Selasa, 21 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Khazanah Islami

Larangan Ghibah bagi Seorang Muslim Terutama saat Ramadhan

berbuat  ghibah atau membicarakan orang lain berpotensi mengurangi pahala puasa.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Shutterstock
Ghibah atau bergosip dilarang dalam Islam 

TRIBUNJAMBI.COM - Seseorang yang berbuat  ghibah atau membicarakan orang lain berpotensi mengurangi pahala puasa.

Ghibah dalam islam dilarang dilakukan sebab berakibat buruk.

Hal itu disampaikan Dr. H. Abdul Matin bin Salman, M.Ag Dosen IAIN Surakarta dalam acara Tanya Ustaz di YouTube Tribunnews.com.

Sejatinya ibadah puasa tidak hanya menahan lapar, dahaga dan syahwat tetapi juga menjaga lisan.

Tugas seorang Musim di antaranya adalah menjaga diri dari ghibah adalah cara menjaga lisan selama berpuasa.


Menurutnya di zaman sekarang, ghibah tidak hanya melalui lisan tapi bisa dilakukan melalui media sosial.

"Pada dasarnya, puasa menahan dari segala hal yang dilarang agama. Puasa bukan sekedar menahan lapar, dahaga dan syahwat, tetapi juga menjaga lisan kita."

"Saat ini dalam rangka menjaga puasa kita, apalagi di zaman saat ini ghibah atau menggunjing orang lain tidak hanya melalui lisan, tapi bisa melalui Whatsapp, Instagram, Facebook, Telegram aplikasi lain dalam rangka menyebarkan hoaks atau bahkan menyebarkan keadaan yang nyata terjadi dan hal tersebut tidak disukai oleh kelompok atau individu tertentu," ujarnya.

Baca juga: Tidak Adakan Bukber, Pemkab Tanjabtim Tetap Safari Ramadhan ke Masyarakat

Baca juga: Jam Operasional BNI, BCA dan BRI Selama Puasa Ramadhan 2023

Baca juga: Lafaz Doa Puasa Ke-9 Ramadhan 1444 Hijriah, Jumat 31 Maret 2023

Ustaz Abdul Matin mengungkapkan hadist yang berisi pengertian ghibah, berikut artinya:

Ghibah adalah menyebutkan, menceritakan apa yang senyatanya terjadi kepada orang lain meski kejadian itu adalah faktual tetapi yang bersangkutan tidak suka apabila keburukannya diungkapkan kepada orang lain.

Berita palsu atau hoaks juga merupakan ghibah jika dibagikan kepada orang lain.

Ia mengingatkan bahwa ghibah tidak hanya membagikan keburukan orang lain tapi juga berita faktual tentang orang lain tapi orang tersebut tidak suka akan berita tersebut.

"Karena itu jika dalam keadaan puasa, berhati-hatilah mengeshare dan dalam kategori ghibah. Saat ini banyak sekali bermunculan cerita yang bersumber dari berita palsu."

"Jangankan berita palsu dalam Islam, menceritakan berita yang sesungghunya terjadi tapi tidak disukai oleh kawan kita ketika menceritakan kejadian yang sesungguhnya," ungkapnya.

Sedangkan ghibah saat berpuasa tidak akan membatalkan puasa, tetapi membatalkan pahala puasa.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved