14 Orang Diperiksa Terkait Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Termasuk Pejabat Teknis Pertamina
Sebanya 14 orang diperiksa terkait kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara yang terjadi pada Jumat (3/3/2023) lalu.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Haryanto menyatakan, jenazah Iriana berhasil teridentifikasi berdasarkan tes sidik jari dan gigi.
Selain itu, Haryanto mengatakan, tim kedokteran RS Polri berhasil mengidentifikasi jenazah Irian berdasarkan catatan medis.
"Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi dan catatan medis," lanjutnya.
Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri telah mengidentifikasi dua jenazah korban kebakaran pada Sabtu (4/3/2023).
Baca juga: Ahli Kimia dan Akademisi Dilibatkan Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Depo Plumpang Pertamina
Dua jenazah itu, yakni bernama Sahrul Hidayatullah yang teridentifikasi melalui jari tengah dan satu jenazah bernama Muhamad Bukhori, teridentifikasi melalui sidik jari bagian jempol.
"Jadi jumlah total yang sudah teridentifikasi sampai saat ini Minggu (5/3/2023) pukul 16.00 sejumlah 3 korban," jelas Haryanto.
Sementara itu, untuk korban luka per 5 Maret 2023 di Sakit Pusat Pertamina (RSPP) berjumlah 24 orang.
Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dr Theryoto, menjelaskan secara umum kondisi luka bakar yang dialami oleh korban kebakaran Depo Pertamina di Plumpang Jakarta Utara hingga Minggu (5/3/2023).
Theryoto mengatakan, saat ini terdapat 13 pasien yang dirawat di ruang ICU dan 11 lainnya dirawat di ruang nok ICU.
Rinciannya, sebanyak 13 pasien yang dirawat di ruang ICU mengalami luka bakar di atas 70 persen.
Kemudian, 22 pasien yang dirawat di ruang non ICU, mengalami luka bakar bervariasi antara 30 persen sampai 70 persen.
Terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengatakan akibat kebakaran ada 49 orang mengalami luka berat, 2 orang mengalami luka sedang, dan 18 orang belum diketahui keberadaannya.
Adapun seluruh korban luka saat ini sudah mendapat perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
Rinciannya, RSCM 1 orang, RSPP 25 orang, RS Pelabuhan 2 orang, RS Tugu 1 orang, RS Koja 2 orang, RS Yarsi 2 orang, RS Firdaus 1 orang, RS Pertamina Jaya 1 orang dan RS Pekerja 2 orang.
Terkait jumlah pengungsi korban kebakaran, Suharyanto menyebut, terdapat 1.085 warga yang masih mengungsi di sejumlah tempat pengungsian.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.