Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Erupsi Gunung Kerinci Bikin Pemandu Kehilangan Pekerjaan

Gunung Kerinci adalah salah satu destinasi yang menjadi tujuan banyak wisatawan. Karena merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Asia Tenggara. Sela

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Ist
Gunung Kerinci 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Gunung Kerinci adalah salah satu destinasi yang menjadi tujuan banyak wisatawan. Karena merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Asia Tenggara. Selain itu merupakan salah satu destinasi pendakian Seven Summits of Indonesia.

Gunung Kerinci biasanya selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan yang melakukan pendakian. Di momen tertentu biasanya ada ratusan pendaki baik lokal maupun dari luar daerah yang melakukan pendakian.

Namun sejak erupsi pada 18 Oktober 2022 lalu, Taman Nasional Kerinci Seblat melakukan penutupan untuk tujuan wisata/pendakian mulai 19 Oktober 2022 hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dibuka kembali. Itu karena alaktivitas gunung Kerinci masih terus terjadi. Terakhir erupsi terjadi pada 15 Februari 2023, mengeluarkan abu berwarna hitam dengan tinggi 200 m.

Ternyata penutupan yang dilakukan karena faktor alam ini, berdampak langsung terutama ke pemandu, tour operator dan penginapan.

Angga Satria pemandu pendakian Gunung Kerinci dari Kerinci Expedition dihubungi membenarkan hal itu. Ia mengatakan bukan saja dirinya, namun teman teman sejawatnya juga mengalami hal yang sama.

"Saya yakin betul Taman Nasional sedang dan sudah memutuskan hal hal terbaik untuk kelangsungan pariwisata di Gunung Kerinci," sebut Rangga.

Katanya, kalaupun harus ditutup lebih lama dan setelahnya dibuka kembali dengan standart operasional prosedur yang lebih baik. Dirinya meminta semuanya harus bersabar dan menunggu untuk itu.

"Disisi lain kita juga harus bersyukur dengan teraturnya erupsi Gunung Kerinci sehingga Gunung Kerinci tidak punya kesempatan mengumpulkan energi besar," jelasnya.

Untuk kedepan dirinya berharap mestinha masyarakat bisa dapat hidup berdampingan, hidup harmoni dengan Gunung Berapi dan tidak menganggapnya sebagai bencana.

"Karena Gunung berapi adalah tuan rumah dan kita adalah pendatang," tutupnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pemandu Gunung Kerinci, Menghasilkan Rp 300-400 Ribu Per Hari dari Wisatawan

Baca juga: Apa Isi Rincian Banding Juventus usai Dikurangi 15 Poin di Klasemen Liga Italia?

Baca juga: AS Roma dan Napoli Buru Houssem Aouar dari Lyon, Bersaing dengan Eintracht Frankfurt

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved