Rabu, 15 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Brighton and Hove Albion

Apa Kata Roberto De Zerbi soal Brighton & Hove Albion hingga Performa AC Milan?

Pelatih Brighton & Hove Albion, Roberto De Zerbi menyinggung tentang awal positifnya di Liga Premier Inggris, rencananya untuk kembali ke Serie A

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Kolase
Roberto de Zerbi gantikan Graham Potter yang pindah ke Chelsea untuk jadi pelatih Brighton & Hove Albion 

 

TRIBUNJAMBI.COM - Pelatih Brighton & Hove Albion, Roberto De Zerbi menyinggung tentang awal positifnya di Liga Premier Inggris, rencananya untuk kembali ke Serie A suatu hari nanti, dan performa buruk AC Milan.

Pelatih Italia berusia 43 tahun itu mengambil alih Seagulls pada September tahun lalu setelah Graham Potter hengkang ke Chelsea.

Sejak kedatangannya, De Zerbi telah berhasil dengan cepat menerapkan merek sepak bola elektriknya, membimbing tim meraih kemenangan yang tak terlupakan atas Liverpool dan Chelsea, dan sudah menuai pujian di Liga Premier.

Berbicara kepada DAZN, De Zerbi pertama kali berbicara tentang bagaimana rasanya bermain di Liga Premier.

“Italia selalu menjadi negara dan rumah saya. Saya akan dan akan kembali, semoga di masa depan."

"Tapi saya juga datang ke sini dengan beberapa ketakutan, bahasa yang berbeda, liga yang berbeda, tanpa melakukan pemusatan latihan dan dengan jadwal yang sangat sulit."

"Sebaliknya, saya bersenang-senang, saya menikmati pengalaman ini, saya sangat menikmatinya."

Dia mengomentari segala ketakutan yang dia miliki untuk beradaptasi dengan liga.

“Datang ke sini untuk orang Italia tidak mudah karena sepak bola dialami secara berbeda, baik Anda beradaptasi atau kalah di awal. Mereka belum tentu mengalami sepak bola seperti itu."

“Misalnya ada hari libur dalam seminggu, bagi mereka itu sakral, kami melihatnya sebagai hari yang hilang."

"Mereka tidak melakukan retret, mereka tiba tiga jam lebih awal di kamp."

"Rasanya seperti pergi piknik, lalu saat wasit meniup peluitnya selalu terasa seperti pertandingan final."

Pelatih asal Italia itu ditanya tentang kekuatan ekonomi klub-klub Liga Inggris.

“Di semua tim lain kecuali tim saya. Punyaku sulit di pasar. Liga Inggris lebih kaya, lihat saja berapa banyak yang telah dihabiskan di sini Januari ini dan berapa banyak di Italia.”

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved