Perang Rusia Ukraina
Gara-gara Perang Ukraina vs Rusia, Stok Senjata NATO Semakin Menipis
Menipisnya senjata bagi NATO dalam beberapa bulan terakhir diyakini sebagai akibat perang Rusia dan Ukraina.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Dikutip dari Reuters, Menteri Pertahanan sementara Dimitar Stoyanov menyebut Bulgaria tidak dapat mengirim sistem rudal anti-pesawat buatan Rusia atau jet tempur MIG-19 dan SU-25, yang diinginkan Kyiv.
Sementara itu, hingga kini Vladimir Putin terus melancarkan serangan rudalnya.
Putin tolak pintu damai dengan Ukraina yang kini terus dipersenjatai NATO.
Moscow bahkan tutup pintu Damai seperti yang diinisiasi Presiden Amerika Joe Biden.
"Perhatian tertuju pada garis destruktif negara-negara Barat, termasuk Jerman, yang memompa senjata ke rezim Kyiv, dan sedang melatih militer Ukraina."
Putin menyoroti dukungan politik dan keuangan Barat yang membuatnya tak mungkin berdamai dengan Ukraina.
Ukraina juga tak menunjukkan niat untuk berdamai dan memenuhi syarat dari Rusia.
Putin juga bertekat untuk terus menyerang infrastruktur Ukraina meski dampaknya cukup besar.
Rencana ini disampaikan Putin kepada Kanselir Jerman Olaf Scholz melalui telepon, Jumat (2/12/2022).
Sementara itu dampak invasi Rusia, 6 juta rumah tangga Ukraina masih hidup tanpa listrik.
Kyiv kini berjuang memulihkan listrik dan pemanas di musim dingin dibantu Uni Eropa dan sejumlah negara lainnya.
Perang ini semakin mengkahwatirkan bahkan menambah derita warga.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, perang Rusia vs Ukraina bisa berlangsung selama beberapa tahun.
Presiden Volodymyr Zelensky mengkhawatirkan negaranya yang terus diserang Kremlin.
Dilansir Independent, Zelensky berharap pada bantuan PBB untuk mengatasi negaranya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Ribuan-senjata-NATO-yang-akan-dikirim-ke-Ukraina-disita-militer-Rusia.jpg)