Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ratusan Wisatawan Tunda Mendaki Gunung Kerinci

Sejak erupsi pada 18 Oktober 2022 lalu, Taman Nasional Kerinci Seblat melakukan penutupan untuk tujuan wisata/pendakian mulai 19 Oktober 2022.

Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Pendaki Gunung Kerinci. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Gunung Kerinci adalah salah satu destinasi yang menjadi tujuan banyak wisatawan. Karena merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Asia Tenggara. Selain itu merupakan salah satu destinasi pendakian Seven Summits of Indonesia. 

Mendekati akhir tahun Gunung Kerinci biasanya selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan yang melakukan pendakian. Apalagi saat momen pergantian tahun, biasanya ada ratusan pendaki baik lokal maupun dari luar daerah yang melakukan pendakian. 

Namun sejak erupsi pada 18 Oktober 2022 lalu, Taman Nasional Kerinci Seblat melakukan penutupan untuk tujuan wisata/pendakian mulai 19 Oktober 2022 hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dibuka kembali. Itu karena alaktivitas gunung Kerinci masih terus terjadi. Terakhir erupsi pada 6 Desember kemarin, mengeluarkan abu berwarna hitam dengan tinggi 700 m dengan intensitas tebal ke arah barat daya. 

Ternyata penutupan yang dilakukan karena faktor alam ini, berdampak langsung terutama ke pemandu, tour operator dan penginapan. 

Angga Satria pemandu pendakian Gunung Kerinci dari Kerinci Expedition dihubungi membenarkan hal itu. Ia mengatakan bukan saja dirinya, namun teman teman sejawatnya juga mengalami hal yang sama.

Baca juga: Gunung Kerinci Jambi Level 2 Waspada, Hari Ini Semburkan Abu

"Beberapa teman tour operator yang saya hubungi salah satunya Trekking Indrapura, mengatakan mereka harus mengundur tiga jadwal pendakian tamu mereka di bulan November 2022 ke bulan Januari 2023. Sementara dari tour operator Kerinci Earth mengatakan dua grup wisatawan yang akan melakukan pendakian di akhir Oktober lalu membatalkan perjalanan dan belum menentukan kapan akan menjadwalkan kembali," ujar Rangga. 

Bahkan dirinya sendiri dari Kerinci Expedition mengundur dua grup wisawatan luar negeri dari Singapura yang tadinya di bulan November 2022 ke pertengahan tahun 2023.

"Beberapa teman-teman pemandu dan tour operator lainya juga mengalami pengunduran jadwal pendakian dan pembatalan dengan tamu/wisawatan mereka," ungkapnya. 

Untuk itu dia berharap Taman Nasional Kerinci Seblat melakukan analisis dan evaluasi dari surat edaran yang telah dikeluarkan pada tanggal 19 Oktober 2022 tentang penutupan kembali untuk tujuan wisata/pendakian di Gunung Kerinci. Sampai waktu yang belum ditentukan. Karena ini sudah lebih dari dua minggu semenjak surat edaran itu diterbitkan dan dipublikasikan. 

"Kami menanti dengan cemas apakah harus menerima kedatangan wisatawan untuk melakukan pendakian Gunung Kerinci di bulan Desember 2022 atau pasrah menunggu ketidak pastian dari erupsi yang sedang berlangsung," katanya.

Baca juga: Hujan Deras di Puncak Gunung Kerinci, Warga Tangkil Waswas Banjir Lahar Dingin

Katanya lagi, tindakan Taman Nasional menutup jalur pendakian Gunung Kerinci secara mendadak hanya dengan jarak satu hari dari erupsi pertama terpantau 18 Oktober 2022. Selanjutnya 19 Oktober 2022 Taman Nasional Kerinci Seblat langsung melakukan penutupan jalur pendakian. 

"Sungguh diluar dugaan kami, mengingat status Gunung Kerinci yang tidak berubah masih di Level II waspada," sesalnya. 

Apa lagi lanjutnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)  masih memberikan himbauan yang sama yakni batas aman pendakian tiga kilometer dari puncak atau kawah aktif. Artinya masih ada jalan tengah yang dapat diambil Taman Nasional selain melakukan penutupan, yang terkesan diambil secara sepihak tersebut. 

"Saya tidak akan mengajukan Gunung di daerah lain sebagai pembanding karena Gunung Berapi memiliki karakternya masing-masing," sebutnya.

Namun jelasnya, Gunung Kerinci dengan sejarah letusannya adalah letusan bertipe vulkano lemah yang hanya mengeluarkan material abu letusan, tidak ada data aliran lava yang tercatat sebagaimana tertera dalam sejarah letusannya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved