Bom Astanaanyar
Kapolri Ungkap Pelaku Bom di Mapolsek Astanaanyar Seorang Residivis Bom Cicendo
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkap identitas pelaku peledak bom di Mapolsek Astana
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Heri Prihartono
"Pelaku pernah ditangkap karena peristiwa bom Cecendo dan sempat dihukum 4 tahun," ungkapnya.
Pelaku bebas dari penjara pada Oktober 2021 lalu.
Pelaku juga kata Kapolri berafiliasi dengan JAD Bandung atau JAD Jawab Barat.
Kapolri mengungkapkan bahwa pelaku masih berstatus 'merah'.
Status tersebut diberikan karena setelah bebas, pelaku termasuk orang yang sulit dilakukan deradikalisasi.
"Yang bersangkutan ini sebelumnya ditahan di LP Nusakambangan. Artinya dalam tanda kutip masuk kelompok masih merah. Maka proses deradikalisasi perlu teknik dan taktik berbeda karena yang bersangkutan masih susah diajak bicara, cenderung menghindar, walaupun sudah melaksanakan aktivitas," ujar Listyo.
Serangan Berafiliasi dengan ISIS, Waspada Serangan Susulan
Pengamat terorisme ingatkan serangan bom bunuh diri susulan dari kelompok terorisme yang berfiliasi ke ISIS.
Pengamat Terorisme, Al Chaidar menyebutkan bahwa serangan terorisme yang terjadi belakangan ini dilakukan oleh kelompok Suriah.
"Bom bunuh diri biasanya memang yang terjadi terakhir terakhir ini dilakukan oleh kelompok yang berafiliasi dengan ISIS," ujarnya, Rabu (7/12/2022).
Chaidar mengatakan bahwa jaringan teroris yang berafiliasi dengan ISIS di Indonesia yakni Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Dia juga mengungkapkan bahwa yang menjadi target serangan jaringan tersebut adalah pihak keamanan khusunya kepolisian.
"Kelompok JAD ini biasanya melakukan serangan serangan yang ditujukan kepada polisi," kata pengamat dikutip dari tayangan breakingnews Kompas TV.
Kata Chaudar bahwa kelompok tersebut dalam menjalankan aksinya bukan hanya membawa bom saja.