Wawancara Eksklusif

Pj Bupati Sarolangun Hendrizal, Paling Berkesan Saat Jadi Camat, Ada Hikmah Saat Nonjob

Perjalanan Hendrizal sebelum menjadi Penjabat Bupati Sarolangun cukup panjang. Berpindah tugas dari kabupaten satu ke lainnya sudah jadi asam garam

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN
Pj Bupati Sarolangun, Hendrizal (tengah), saat wawancara dengan Koordinator Liputan Tribun Jambi, Deddy Rachmawan (kiri). 

Perjalanan Hendrizal sebelum menjadi Penjabat Bupati Sarolangun cukup panjang. Berpindah tugas dari kabupaten satu ke lainnya sudah jadi asam garam kariernya.

Sosok lelaki ini memulai perjalanan sebagai pegawai negeri di dinas pertanian. Dari bawah di UPTD, tengah di kabupaten, kemudian atas sebagai Kepala BKD Provinsi Jambi sudah dilaluinya, hingga dipercaya menjadi Pj bupati.

Bagaimana perjalanan karier Hendrizal?

Berikut petikan wawancara eksklusif Tribun Jambi bersama Pj Bupati Sarolangun tersebut.

Apa bedanya saat menjabat Kepala BKD Provinsi dan menjadi Pj Bupati Sarolangun?
Jelas, saya pikir perbedaannya sangat banyak. Kalau di kepegawaian kita hanya mengurus satu persoalan saja, terkait pegawai provinsi.

Nah, setelah menjadi Pj bupati, kita mengurus semuanya, jika biasanya hanya satu sekarang semua kita urus.

Seperti apa jejak karier dari awal hingga menjadi Pj Bupati Sarolangun?
Saya memulai karier dari bawah sekali. Jadi PNS pada 1998, saat itu masih di Kabupaten Sarko. Bertugas di UPTD pertanian. Beberapa kali pindah tugas, hingga pindah ke Kabupaten Sarolangun usai pemekaran kabupaten. Dan menjadi salah satu orang pertama yang berkarier di sarolangun dari sembilan pejabat kala itu.

Sempat beberapa kali pula pindah tugas dari Sarolangun ke Kota Jambi, bahkan ke kabupaten lain, hingga akhirnya menjadi kepala BKD provinsi dan sekarang menjadi Pj bupati.

Tidak pernah terpikir dan mimpi menjadi Pj Bupati, jadi dalam bertugas mengalir saja.

Baca juga: BKPSDMD Sarolangun Perpanjang Pendaftaran PPPK untuk Nakes

Apa paling berkesan saat menjalani proses menjadi pegawai?
Tentu banyak hal yang berkesan. Namun, tidak ada yang lebih berkesan ketika saya menjabat sebagai camat di Sarolangun. Karena dapat membaur langsung dengan masyarakat saat bertugas, itu berbeda dan luar biasa.

Enam bulan menjabat sebagai Pj bupati, apa yang sudah dan akan diperbuat untuk Kabupaten Sarolangun ke depan?
Pj itu beda dengan bupati terpilih. Jika bupati terpilih, mereka memiliki program RPJMD yang harus dilakukan.

Sementara jika Pj, dituntut untuk dapat melanjutkan program program tersebut, dan juga memiliki program dengan konsep RPD yang disinkronkan dengan program pusat, daerah dan provinsi.

Baca juga: Pj Bupati Sarolangun Dampingi Pihak Kementrian dan Provinsi, Tinjau Stand Budaya Kenduri Swarnabhumi


Yang menjadi fokus dalam program tersebut yakni infrastruktur kesehatan, penataan kota dan beberapa program lainnya pada 2023 mendatang.

Tahun 2024 akan menjadi pesta demokrasi. Apakah bapak akan ikut serta dalam kontestasi tersebut?
Kalau prinsip saya, terkait dengan karier atau sebuah jabatan, amanah mengalir saja. Intinya, mengalir saja, kalau yang di atas menginginkan jadi, maka insyaAllah jadi. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved