Ancaman Banjir dan Longsor di Merangin Menurun, Petugas Tetap Berjaga 24 Jam
Kabupaten Merangin saat ini masih siaga bencana banjir dan longsor (Bansor), meski ancaman terjadinya bencana telah menurun.
Penulis: Solehan | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN - Kabupaten Merangin saat ini masih siaga bencana banjir dan longsor (Bansor), meski ancaman terjadinya bencana telah menurun.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merangin, Mardansyah Saidi mengatakan, akhir-akhir ini cuaca ekstrim sudah mulai menurun drastis.
"Jikalau terjadi hujan saat ini, tidak membuat beberapa wilayah yang sebelumnya rawan, mengalami musibah banjir yang berujung tanah longsor," kata Mardansyah, Minggu (27/11/2022).
Meskipun demikian, BPBD Kabupaten Merangin saat ini masih berjaga 24 jam, jika sewaktu-waktu terjadi ancaman banjir dan tanah longsor.
Baca juga: Kepala BMKG Jambi: Curah Hujan Tinggi Berpotensi Angin Kencang dan Banjir
"Untuk petugas masih disiagakan, baik di Tim Reaksi Cepat, maupun petugas yang berada di Kantor Kecamatan," imbuhnya.
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Merangin menetapkan enam kecamatan sebagai wilayah rawan bencana longsor.
Enam kecamatan yaitu, Kecamatan Pangkal Jambu, Kecamatan Jangkat, Jangkat Timur, Masurai, Tabir Barat dan Bangko.
Selain penetapan wilayah rawan longsor, BPBD Merangin menyebut, ada wilayah yang ditetapkan sebagai daerah rawan banjir.
"Daerah rawan banjir terletak di aliran Sungai Batang Masumai, tepatnya di Kecamatan Tabir, Tabir Barat, Tabir Ulu, dan Tabir Timur," pungkasnya.
Baca juga: Hujan Lebat 8 Jam yang Membuat Kota Jeddah Arab Saudi Dilanda Banjir Bandang
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News