DPRD Provinsi Jambi

Anggota DPRD Provinsi Jambi Kemas Alfarabi Jadi Pemateri di Unja

Kemas Al Farabi, anggota DPRD Provinsi Jambi menjadi pembicara materi dalam workshop kepemimpinan dengan tema membangun jiwa kepemimpinan yang berkara

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Ist
Anggota DPRD Provinsi Jambi Kemas Alfarabi Jadi Pemateri di Unja 

Laporan Wartawan Tribun Jambi

Samsul Bahri, TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Kemas Al Farabi, anggota DPRD Provinsi Jambi menjadi pembicara materi dalam workshop kepemimpinan dengan tema membangun jiwa kepemimpinan yang berkarakter dan bertanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi.

Mengawali materi workshop kepemimpinan tersebut, Kemas Alfarabi menyebut bahwa ada dua istilah yang mesti dijalani seorang pemimpin. Adapun kedua istilah tersebut dikatakan oleh Kemas Alfarabi yakni Leader hsd to be seen dan work the talk.

“pertama 'leader has to be seen' artinya pemimpin itu harus terlihat maksudnya terjun kelapangan, mendengar aspirasi, menyaksikan langsung problem dan lain-lain, kedua 'work the talk' artinya perbuatan mengikuti ucapan maksudnya konsekuen, satunya kata dengan perilaku,”ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Kemas Al farabi terkait kepemimpinan, ruang lingkup kepemimpinan yakni kekuasaan dan wewenang, dihadapan 150 peserta workshop, Kemas Alfarabi menyampaikan perbedaan dasar antara leadership organisasi dan manajemen organisasi.

“Kemudian kepemimpinan dengan menjelaskan tujuan, mendelegasikan pekerjaan, komunikatif, ketersediaan waktu, award and punishment,”katanya.

Menurut politisi PKB ini, leadership skill ini meliputi interpersonal, mengambil keputusan, mentorship, mengorganisir, responsif, merencanakan pemikiran strategis. Kepada masyarakat terutama mahasiswa generasi Z, tokoh muda NU Jambi ini berpesan agar menghadapi tahun politik nanti tidak mencederai makna esensi demokrasi dengan merusak persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah terbina ratusan tahun.

“Tahun politik nanti saya berharap tidak mencederai makna esensi demokrasi hanya karena kursi kekuasaan dan dalam memilih fokus pada kriteria calon pemimpin bukan fokus pada personifikasi yang dibangun dari branding baliho, media sosial dan pencitraan semata,”pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Daftar Skuad Piala Dunia 2022 Grup H: Portugal, Ghana, Uruguay, Korea Selatan

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved