Krisis Iklim
Anak Indonesia Kansa dan Nara Akan Bicara Krisis Iklim di Kota Paris
Dua anak indonesia, Nara Prajanji Narareswari tinggal di Jakarta, dan Kansa Sahira (11) berasal dari Kota Jambi ikuti peringatan hari anak di Paris
TRIBUNJAMBI.COM – Anak Indonesia turut diundang ke Paris, Prancis, untuk mengikuti peringatan hari anak se-dunia, pada 20 November 2022 mendatang. Panitia mengundang anak dari berbagai Negara untuk berpartisipasi dari kegiatan ini.
Secour Populaire de Paris, salahsatu lembaga berbasis relawan yang memiliki program kemanusiaan dan anak , merupakan panitia yang ditunjuk Wali Kota Paris mengundang anak-anak dari Indonesia.
Beranda Perempuan, mitra solidaritas Secours Populaire telah mengutus dua orang anak terpilih yang memenuhi syarat memiliki keahlian bahasa inggris aktif dan pernah terlibat dalam isu lingkungan.
Keduanya adalah Nara Prajanji Narareswari (13) yang tinggal di Jakarta, dan Kansa Sahira (11) yang berasal dari Kota Jambi.
Nara dan Kansa akan menghadiri acara yang digelar pada 19-24 November 2022 tersebut. Nara yang berusia 13 tahun, merupakan seorang homeschooler.
Dia akan meyampaikan hasil temuannya ketika berkunjung ke Muara Angke, Pulit Jakarta. Nara yang memiliki hobi bermain piano ini akan meyampaikan keresahannya dengan kondisi anak-anak yang hidup dengan pencemaran air dan lingkungan disekitar rumah mereka.
Sementara Kansa Sahira merupakan siswa kelas 6 SD akan meyampaikan pengalamannya ketika ia dan teman-teman sebayanya merasakan dampak asap disebabkan kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Jambi tahun 2015 dan Tahun 2019.
Lewat video kansa menyampaikan kondisi kesehatan anak-anak yang memburuk karena pencemaran udara karena asap kebakaran hutan dan lahan.
Dia menyampaikan pesannya untuk bersama-sama menciptakan lingkungan dan udara yang bersih bagi anak-anak di Indonesia.
“Kehadiran Beranda Perempuan dalam even ini mewakili seluruh anak-anak di Indonesia yang masih terabaikan terkait pemenuhan hak atas lingkungan yang sehat. Ini saatnya kita mendengarkan persoalan krisis iklim dari sudut pandang anak-anak itu sendiri,” kata Hanindha, pendamping dua peserta dan sekaligus Kordinator Program Migran Beranda Perempuan, dalam keterangan tertulis yang disampaikan ke Tribunjambi.com.
Profil Singkat Nara
Nara menjalani pendidikan sekolah rumah sejak usia 7 tahun. Dia hoby membaca, bermain di alam, dan mendaki gunung.
Dia tergabung dalam kegiatan komunitas sekolah rumah, salah satunya menulis cerita tentang kisah perjalanan mengunjungi Suku Badui Dalam.
Sisi lain Nara tertarik pada dunia seni pertunjukan, menyanyi dan bermain drama musikal.
Perempuan muda ini terlibat dalam pentas drama musikal dari rumah secara online yang diinisiasi oleh Aksi Cinta Indonesia (ACI) bekerjasama dengan benihbaik.com untuk penggalangan dana perbaikan gizi buruk bagi anak-anak Papua.
Profil Singkat Kansa Sahira
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Nara-Prajanji-Narareswari_Kansa-Sahira.jpg)