Tak Diberi Contekan saat Ulangan, Siswi SD di Ternate Aniaya Temannya

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Ternate, Maluku Utara dianiaya teman sekelasnya lantaran tidak memberikan jawaban saat ulangan.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Heri Prihartono
Istimewa
Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Ternate, Maluku Utara dianiaya teman sekelasnya lantaran tidak memberikan jawaban saat ulangan. 

 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Ternate, Maluku Utara dianiaya teman sekelasnya lantaran tidak memberikan jawaban saat ulangan.

Parahnya, aksi kekerasan tersebut direkam oleh pelaku dan diunggah ke media sosial instagram.

Dalam video yang beredar itu memperlihatkan sejumlah siswi SD melakukan perundungan terhadap seorang siswi.

Dari informasi yang dihimpun, kekerasan tersebut terjadi pada Selasa (15/11/2022) lalu saat jam istirahat sekolah.

Dalam video itu juga menunjukkan pelaku yang marah kepada korban menendang dan memukul kepala korban berulang kali.

Dilansir dari kanal Kompas TV, Kepala SD Islamiyah 3 enggan Memberikan komentar atas peristiwa yang menimpa muridnya tersebut.

Seorang siswi SD jadin korban penganiayaan rekannya
Seorang siswi SD jadin korban penganiayaan rekannya karena tak diberi contekan

Kepala sekolah itu berdalih bahwa permasalahan tersebut telah selesai.

Namun peristiwa itu menjadi sorotan Dinas Pendidikan Kota Ternate.

Sebab yang membina para siswa dan mempertemukan orang tua korban dan pelaku dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Ternate.

Kepala Bidang Sekolah Dasa Disdik Ternate, Nurlela H Syarbin mengatakan bahwa pihaknya telah menindak tegas guru dan kepala sekolah SD tersebut.

"Kami dari dinas pendidikan menindak tagas guru dan kepala sekolah karena kurangnya kontrol atau perhatian dari guru pada saat jam sekolah," katanya.

Menurutnya, seharusnya kontrol dari guru harus tetap dilakukan meskipun jam istirahat.

"Walaupun itu waktu istirahat tetapi harus tetap dikontrol anak-anaknya," ujarnya.

Nurlela mengungkapkan bahwa kejadian tersebut sudah terjadi berulangkali dan bahkan sudah diberi teguran.

Dia beranggapan bahwa saat kejadian itu pelaku ingin memberitahukan kepada teman temanya, sehingga membuat unggahan di media sosial.

Meski demikian dia menegaskan bahwa kedua belah pihak, pelaku dan korban serta orang tua sudah dipertemukan.

Orang tua pelaku pun sudah minta maaf kepada korban.

"Itu sudah berulang, namun sudah diberi teguran teguran. Mungkin pada kemarin itu dia mau viralkan ke teman-temannya. Jadi dari orang tua kedua belah pihak itu tadi sudah kita pertemukan dan orang tua dari si pelaku ini meminta maaf," tandasnya.

Baca juga: Suami yang Siksa Istri dan Divideokan Anak Sendiri Tak Bisa Dijerat KDRT, Hanya Pasal Penganiayaan

Baca juga: Kemas Alfarabi Sesalkan Kejadian Penganiayaan Antar Siswa di Merangin

Baca juga: Pemkot Jambi Sudah Siapkan Gaji PPPK dari APBD

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved