Berita Jambi

Dosen Farmasi Unja Ciptakan Lotion Pelembab Kulit dari CPO

Banyaknya perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi membuat Uce Lestari, dosen program studi farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universit

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi
Dosen Farmasi Unja Ciptakan Lotion Pelembab Kulit dari CPO 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Banyaknya perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi membuat Uce Lestari, dosen program studi farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi terus melakukan penelitian yang berhubungan dengan kebun kepala sawit.

Setelah sukses menghasilkan sabun kecantikan dari limbah kelapa sawit, kini Uce melakukan penelitian terhadap Crude Palm Oli (CPO) untuk produk kecantikan.

Uce mengatakan sejak tahun 2021 potensi perkebunan kelapa sawit di Jambi mengalami peningkatan dibandingkan dari pada tahun sebelumnya, hal ini karena Jambi merupakan salah satu wilayah Indonesia yang kaya dengan potensi sumber daya alam salah satunya adalah perkebunan kelapa sawit serta didukung oleh seluruh sektor salah satunya adalah industri minyak kelapa sawit mentah.

"Hal ini lah yang membuat saya tertarik meneliti berbagai produk turunan kelapa sawit untuk produk kecantikan," ujarnya saat di hubungi via WhatsApp, Jumat (18/11/2022).

Lebih lanjut Uce menceriakan Crude Palm Oli (CPO) dapat dijadikan produk dalam bidang industri dan kosmetik, namun olahan kelapa sawit masih sebatas Crude Palm Oil (CPO).

Baca juga: Video Gisel 20 Detik Pakai Legging di TikTok Masih Ditonton Capai 2 Juta Kali, Warganet: Mulusnya

Baca juga: Kerja Keras PLN pada G20 Dapat Acungan Jempol dari Presiden Jokowi

Crude Palm Oli (CPO) yang dikenal sebagai minyak sawit mentah dengan ciri berwarna merah karena kandungan beta karoten yang tinggi. Asam lemak yang terkandung pada minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) sebagian besar adalah asam lemak jenuh yaitu asam palmitat 32 persen - 59 persen sedangkan minyak sawit murni yaitu asam linoleat sebesar 5 persen -11 persen yang berfungsi sebagai pelembab (emolien) pada kulit.

"Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh minyak sawit tersebut maka dibuatlah sediaan kosmetik berupa lotion sebagai emolien pada kulit dengan konsentrasi 5 persen dan 15 persen menggunakan basis minyak dalam air," ulasnya

Penelitian yang di lakukan Uce ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas sediaan lotion sebagai emolien dari minyak sawit murni dan minyak sawit mentah dengan basis minyak dalam air.

Data yang dihasilkan secara deskriptif menyatakan bahwa dari 10 orang panelist yang masing-masingnya diuji kelembaban kulitnya sebelum dan sesudah penggunaan lotion menggunakan alat skin analyzer dihasilkan bahwa lotion minyak sawit mentah dengan konsentrasi 5 persen dan lotion minyak sawit murni dengan konsentrasi 15 persen memiliki kadar air melebihi 50 persen dengan kategori kulit lembab.

"Perbedaan ini berasal dari kandungan asam lemak jenuh yang dikandung oleh minyak sawit tersebut berbeda," Uce menjelaskan.

Lebih lanjut dia mengatakan berdasarkan hasil penelitiannya, potensi minyak sawit mentah (CPO) dapat diolah lotion sebagai emolien atau pelembab kulit yang lebih baik efektifitasnya dibandingkan lotion minyak sawit murni, hal ini disebakan karena lotion CPO mempunyai sifat sangat mudah diabsorbsi kulit dan kandungan asam palmitat dalam minyak sawit mentah sangat tinggi sebagai pelembab kulit, sehinga kulit menjadi lembab, lembut, halus dan cerah.

"CPO dengan konsentrasi yang kecil saja sudah melembutkan kulit dibandingkan minyak sawit murni harus membutuhkan konsentrasi yang besar untuk melembutkan kulit," katanya (Tribunjambi.com /M Yon Rinaldi).


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Video Gisel 20 Detik Pakai Legging di TikTok Masih Ditonton Capai 2 Juta Kali, Warganet: Mulusnya

Baca juga: Pemkot Jambi Sudah Siapkan Gaji PPPK dari APBD

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved