Waspada DBD

Delapan Meninggal Karena Lambat ke Fasilitas Layanan Kesehatan,  899 Kasus DBD di Provinsi Jambi

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat sebanyak 899 kasus DBD di Provinsi Jambi. Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Dr Najatul

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Fifi Suryani
ist
Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Najatul Hasanah 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat sebanyak 899 kasus DBD di Provinsi Jambi. Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Dr Najatul Hasanah mengatakan kasus tertinggi terdapat di Kota Jambi dengan jumlah kasus 272 kasus.

"Yang paling rendah itu di Kabupaten Kerinci dari Januari sampai sekarang melaporkan 16 kasus," ungkapnya, Rabu (9/11).

Dia kemudian menjelaskan kasus DBD tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun 2021 tercatat sebanyak 357 kasus DBD.

"Tapi kalau kita bandingin tahun 2020 sebanyak 2.056 kasus," katanya. Menurutnya naiknya kasus DBD tersebut dipengaruhi musim pancaroba beberapa bulan terakhir.

"Di awal tahun kita sudah 179 (kasus) yang melaporkan ya, kemudian menurun lalu naik lagi di bulan Mei, jadi sesuai ya dengan keadaan musim ya," jelasnya.

Sementara dari 899 kasus DBD itu tercatat sebanyak delapan orang meninggal dunia. Najatul menjelaskan, delapan orang tersebut meninggal karena keterlambatan datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Dia kemudian menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan yang ada di Provinsi Jambi sudah cukup baik dari layanan, fasilitas hingga sumber daya manusia.

"Sudah cukup baik, di setiap kabupaten kan ada rumah sakit, ada rumah sakit pemerintah, swasta kemudian puskesmas juga tersebar sudah ada 270 puskemas di kabupaten/kota. Jadi sebenarnya untuk mendiagnosa DBD saya rasa tidak bermasalah," katanya, Rabu (9/11).

Najatul menjelaskan, penyakit DBD tersebut sangat diperanguri oleh lingkungan dan cuaca. Dalam menurunkan kasus itu, Dinkes Provinsi telah berikan petunjuk-petunjuk penanganan melalui surat edaran.

"Kemudian menginformasikan kesehatan ke kabupaten/kota untuk membersihkan lingkungan, untuk menurunkan kasus DBD. Termasuk fogging, dan sudah dilakukan pendidikan epidemiologi juga ya," tutupnya.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved