KTT G20

5 Kepala Negara Bawa Mobil Antipeluru, Jokowi Pastikan Biden dan Xi Jinping Hadir Putin Pikir-pikir

Lima negara akan membawa mobil lapis baja sendiri ke Bali untuk kendaraan kepala negara mereka selama perhelatan KTT G20. Sekretaris Kementerian

Editor: Fifi Suryani
Gaadiwaadi.com
The Beast, mobil kepresidenan Joe Biden. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Lima negara akan membawa mobil lapis baja sendiri ke Bali untuk kendaraan kepala negara mereka selama perhelatan KTT G20. Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama mengatakan Indonesia sebenarnya menyediakan kendaraan lapis baja untuk para kepala negara/pemerintahan yang hadir pada pertemuan G20 tersebut. Namun jumlahnya terbatas, yakni hanya tujuh kendaraan lapis baja. ”Kita kan tidak bisa memenuhi semuanya (kendaraan lapis baja) karena kita juga mencadangkan untuk presiden dan wakil presiden. Jadi first come, first serve,” kata Setya dalam keterangannya, Selasa (8/11).

Pemerintah Indonesia kata Setya tidak melarang jika ada negara yang ingin membawa kendaraan operasional antipeluru sendiri yang sesuai standar pengamanan masing-masing. Hal itu kata dia, sesuai asas resiprokal hubungan antarnegara. ”Indonesia juga pernah menerima perlakuan sama dalam pertemuan lain,” kata Setya.

Selain tujuh kendaraan lapis baja, Pemerintah Indonesia juga menyediakan 836 mobil listrik untuk VVIP dan delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali yang akan digelar pada pekan depan. Mobil listrik itu merupakan hasil kerja sama dengan sejumlah perusahaan otomotif. ”Kendaraan listrik akan mengantar (delegasi) ke hotel masing-masing untuk bersiap memulai perhelatan ini," ujar Setya Utama.

Setya menuturkan pada hari pertama, yaitu 15 November 2022, kegiatan digelar di venue utama perhelatan G20 di The Apurva Kempinski Bali, dengan total 15 working session yang berlangsung sejak pagi hingga siang. Temanya antara lain food and energy security dan global health architecture. Kemudian malam harinya dilaksanakan welcoming dinner di Garuda Wisnu Kencana.

Untuk protokoler di hari kedua, kata Setya, dimulai dengan side event penanaman bakau di Tahura Mangrove yang dimulai pagi hari. Usai acara itu, siang sampai sore ada working session ketiga setelah makan siang dengan tema digital trasnformation. Untuk sore hari, acara diakhiri dengan serah terimakan G20 dari Indonesia ke India. "Jadi itu yang sudah direncanakan. Mulai kedatangan sampai kepulangan. Mudah-mudahan berlangsung aman dan lancar, substansi yang dihasilkan menjadi keinginan masyarakat dunia," kata Setya.

Terkait kepala negara yang akan hadir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa Indonesia siap menerima para tamu dan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) yang akan digelar di Bali, pada pada 15-16 November 2022 mendatang. "Jadi ini sudah H-7, saya sudah cek dari pagi tadi sampai titik-titik yang paling kecil sudah kita cek semuanya dan saya ingin menyatakan kita siap menerima tamu-tamu G20," ujar Jokowi usai meninjau secara langsung sejumlah tempat yang akan dijadikan lokasi penyelenggaraan KTT G20, pada Selasa, (8/11).

Jokowi menjelaskan bahwa hingga kemarin sudah 17 kepala negara/kepala pemerintahan yang menyatakan akan hadir pada KTT G20 di Bali mendatang. Di antaranya adalah Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping. "Sudah, itu yang sudah pasti 17," ungkap Presiden.

Sedangkan terkait kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Jokowi mengatakan kedua pemimpin negara tersebut masih mempertimbangkan situasi dan kondisi di negara masing-masing. "Beberapa hari yang lalu saya juga sudah bertelepon, berbicara lewat telepon dengan Presiden Putin dan Presiden Zelensky, beliau menyampaikan akan hadir kalau kondisinya memungkinkan," tutur Presiden.

Jokowi kembali menegaskan bahwa kehadiran para kepala negara maupun kepala pemerintahan pada KTT G20 di Bali kali ini merupakan suatu kehormatan, mengingat kondisi dunia yang sedang tidak kondusif. "Saya kira dalam posisi normal itu biasa yang hadir juga 17-18, ini posisi yang tidak normal, dunia sangat sulit, semua negara sangat sulit, kalau kehadirannya sampai sejumlah itu saya kira juga sangat bagus, sangat bagus," ucap Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved