Perang Rusia vs Ukraina Tak Bisa Dimenangkan Siapapun

Mantan pemimpin dunia memprediksi perang Rusia vs Ukraina tak bisa dimenangkan kedua belah pihak secara mutlak. Satu-satunya jalan yang bisa diambil

Editor: Suci Rahayu PK
Militari.com
9000 tentara Rusia dikerahkan di perbatasan Belarus untuk menghalau pasukan Ukraina 

TRIBUNJAMBI.COM - Mantan pemimpin dunia memprediksi perang Rusia vs Ukraina tak bisa dimenangkan kedua belah pihak secara mutlak.

Satu-satunya jalan yang bisa diambil Rusia dan Ukraina adalah dialog dan diplomasi.

Hal ini dikatakan The Elder, kelompok pensiunan pemimpin dunia yang dulu didirikan Nelsona Mandela, Jumat (4/11/2022).

Hal inipun sudah disampaikan ke Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

The Elders mengunjungi Kiev musim panas lalu dan meminta Volodymyr Zelensky untuk mempertimbangkan cara lain keluar dari perang ini.

"Kita harus mendorong lebih banyak pemikiran tentang bagaimana (perang) itu akan berakhir untuk mendapatkan gagasan bahwa ini perlu berakhir, berlawanan dengan peningkatan persenjataan militer kedua pihak dan kehancuran yang dialami penduduk Ukraina," kata mantan presiden Irlandia, Mary Robinson kepada Associated Press.

Baca juga: Live Streaming Liptovsky Mikulas vs AS Trencin, Witan Sulaeman Saatnya Perbaiki Performa

Baca juga: AC Milan Dalam Pembicaraan Untuk Memperpanjang Kontrak Olivier Giroud Dan Buka Peluang Lepas Leao

The Elders sendiri telah mengutuk invasi Rusia ke Ukraina sebagai pelanggaran jelas terhadap Piagam PBB dan aksi sembrono yang mendestabilisasi keamanan dunia. Pada September 2022, kelompok ini juga mengutuk aneksasi Rusia terhadap empat daerah provinsial Ukraina.

Sementara itu, Zeid Ra'ad Al-Hussein, mantan komisioner hak asasi manusia PBB, bersepakat bahwa dialog dan diplomasi adalah satu-satunya cara mengakhiri konflik. Namun, ia menegaskan bahwa itu tidak berarti Kiev mesti menyerahkan kedaulatannya.

Zeid menyebut penyelesaian konflik bisa melibatkan konsesi "dari arah lain" untuk Rusia, merujuk ekspansi NATO ke Eropa Timur. Vladimir Putin sendiri memakai ekspansi NATO sebagai salah satu dalih invasi ke Ukraina.

Di lain pihak, mantan presiden Meksiko, Ernesto Zedillo menyebut perang Rusia-Ukraina juga melibatkan "perang ekonomi" yang diwarnai sanksi-sanksi Barat dan manuver ekspor minyak Moskow.

Zedillo juga menuduh Rusia melakukan tindak pidana sebagaimana tuduhan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yakni genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Live Streaming Liptovsky Mikulas vs AS Trencin, Witan Sulaeman Saatnya Perbaiki Performa

Baca juga: Ajang Untuk Kekuatan Korea Utara vs Korsel Amerika

Baca juga: ARMADA Band Jumpa Fans di ASTON Jambi, Pers Conference Konser Musik Perjalanan 15 Tahun Berkarya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved