Perbaiki Citra Polri, Kapolri Perintahkan Jajaran Sigap Tanggapi Laporan Masyarakat

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perintahkan jajarannya untuk sigap tanggapi laporan dari masyarakat.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Heri Prihartono
istimewa
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perintahkan jajarannya untuk sigap tanggapi laporan dari masyarakat. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perintahkan jajarannya untuk sigap tanggapi laporan dari masyarakat.

Permintaan tersebut diungkapkan  Jenderal Listya Sigit Prabowo untuk meningkatkan citra positif kepolisian di mata masyarakat.

Kapolri meminta setiap laporan masyarakat yang masuk agar segera ditindaklanjuti, sebab akan mempengaruhi citra kepolisian.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan penuntasan kasus yang dilaporkan masyarakat penting karena berpengaruh pada persepsi publik untuk Polri.

Kapolri bahkan menyebut istilah jangan ghosting, agar setiap jajarannya selalu merespon setiap laporan masyarakat.

Perintah Kapolri ini disampaikan ketika menghadiri sekolah staf dan pimpinan tinggi sespinti serta sekolah staf dan pimpinan menengah 25 Oktober lalu.

Mantan Kadiv Propam Polri menyebutkan bahwa anggotanya itu cenderung menunda menunda untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

Sementara laporan tersebut penting bagi masyarakat.

“Kecenderungan rekan-rekan karena menerima laporan banyak, menerima pengaduan banyak, sehingga kemudian lebih mementingkan yang menjadi prioritas. Meninggalkan hal-hal yang mungkin rekan-rekan anggap itu tidak prioritas, tapi itu penting buat masyarakat yang melapor,” dikutip dari tayangan youtube Kompas TV yang tayang pada Sabtu (29/10/2022).

Dampaknya dikatakan Listyo akan menyumbat komunukasi antara kepolisian dengan masyarakat.

“Akhirnya terjadi sumbatan komunikasi.
Rekan-rekan menghindar, tidak mau menemui, sehingga kemudian kesan publik atau kesan pelapor terhadap kita menjadi semakin negatif,” kata Kapolri.

“Jadi kalua bahasa gaulnya itu jangan posting, ditelepon, teleponnya di reject, ditelepon diangkat kita marah-marah,” sebut Kapolri.

Kapolri meminta hal tersbut untuk segera dihilangkan dari intitusi yang dipimpinnya itu.

“Jadi hal-hal tersebut tolong dihilangkan. Karena hal ini Tentunya juga mempengaruhi persepsi,” pinta Kapolri.

Kapolri juga memberberkan hasil survei yang dilakukan oleh Kompas yang menunjukkan citra kepolisian yang semakin merosot hingga di angka 48 persen pada Oktober 2022.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved