Prabowo Beli Jet Tempur AS dengan Mencicil, Sebut Teknologi Pertahanan Darat dan Laut Rumit

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ingin Indonesia membeli pesawat tempur F-15EX asal Amerika Serikat(AS) meski proses

Editor: Fifi Suryani
Dokumentasi Tribun Pekanbaru
Ilustrasi Pesawat Tempur Hawk 100/200 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ingin Indonesia membeli pesawat tempur F-15EX asal Amerika Serikat(AS) meski proses pembayarannya dilakukan secara bertahap. Menurutnya, pembayaran secara bertahap mesti dilakukan karena rencana pengadaan F-15EX sangat bergantung pada kemampuan anggaran pertahanan negara.

“Kita jelas minta bahwa kita harus bisa beli dengan istilahnya membayar nyicil begitu, kemampuan kita kan tidak bisa sekaligus. Pemerintah selalu mendahulukan pembangunan ekonomi dan sebagainya,” ujar Prabowo di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jakarta Pusat, Kamis (27/10).

Prabowo menjelaskan progres pembelian F-15 hingga kini masih dalam tahap negosiasi. Sementara, Prabowo menyebut pengadaan pesawat tempur Rafale asal Perancis masih lanjut.

“Kita sudah cukup lanjut dengan Rafale, dan kita sedang menegosiasi terus dengan pihak lain, F-15,” kata Prabowo.

“Tapi, tentunya nanti ini terus negosiasi tergantung yang akan sangat dipengaruhi oleh terms of finance dan mereka tawarkan kepada kita,” tambahnya.

Sebagai informasi, peluang Indonesia untuk mendatangkan F-15EX terbilang cukup terbuka lebar. Hal itu terjadi setelah Amerika Serikat menyetujui penjualan 36 unit F-15EX dan berbagai peralatan militer lainnya senilai hampir 14 miliar dollar AS atau sekitar Rp 200 triliun kepada Indonesia pada Kamis (10/2).

Bahkan, Amerika Serikat telah memberikan kode khusus bagi Indonesia untuk penggunaan F-15EX, yakni F-15IDN.

Produksi Jet

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga memiliki cita-cita luhur yakni Indonesia bisa memproduksi pesawat jet tempur sendiri. Prabowo mengakui saat ini Indonesia masih belum bisa membuat secara mandiri disebabkan sulitnya mendapatkan teknologi kunci pesawat tempur.

Namun, Prabowo optimistis suatu saat Indonesia bisa membuat pesawat tempur sendiri. “Makanya kita kerja sama dengan Korea, kita akan kerja sama dengan beberapa negara lain. Kita nanti bisa berharap lima tahun lagi kita bisa punya fighters (jet tempur) yang dibuat di Indonesia dengan cukup baik,” ujar Prabowo.

Eks Danjen Kopassus itu juga mengingatkan para pemangku kebijakan untuk mempercayai kemampuan anak bangsa. Menurutnya kemampuan anak bangsa tidak kalah baiknya dengan kemampuan negara lain.

Hanya saja, Prabowo heran karena beberapa pihak acapkali terkagum-kagum dengan hal-hal yang berbau luar negeri. “Kemampuan kita tidak jelek, kadang-kadang kita selalu kagum dengan semua yang serba luar negeri, padahal buatan kita juga oke. Mungkin tidak sekeren kelihatannya,” terang dia.

Oleh sebab itu, Prabowo yakin dalam lima tahun ke depan akan terjadi peningkatan pesat yang dilakukan oleh anak bangsa untuk negara. “Saya kira tiga, empat, lima tahun kita akan melihat suatu peningkatan yang lebih baik dari kemampuan anak-anak kita,” ujarnya. 

Pertahanan Rumit

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved