Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Waspada Gejala Ginjal Akut, Kemenkes: Frekuensi Kencing Berkurang

Waspada gangguan ginjal akut punya tanda khas awal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.

Editor: Heri Prihartono
sehatnesia
Waspada gangguan ginjal akut punya tanda khas awal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. 

TRIBUNJAMBI.COM - Waspada gangguan ginjal akut punya tanda khas awal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.

Di antara gejala ginjal akut yang harus diwaspadai masyarakat di antaranya berkurangnya frekuensi buang air kecil.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr Mohammad Syahril.

"Nah ini khasnya, yaitu ditandai dengan frekuensi buang air kecil. Yang kedua, jumlahnya juga," kata Syahril dalam diskusi daring Polemik Trijaya 'Misteri Gagal Ginjal Akut', Sabtu (22/10/2022).

Orangtua disarankan memperhatikan bagaimana frekuensi dan jumlah urine anak per hari.

"Kalau biasanya anak kita buang air kecil sampai 12 kali sehari, tapi kok sekarang berkurang. Begitu juga jumlahnya, biasanya banyak sekarang sedikit. Itu tanda-tanda khas," jelas dia.

Di antara gejala gangguan ginjal akut tersebut menuju pada gagal ginjal.


"Lebih jauh lagi, sampai ada anak-anak yang betul-betul tidak bisa keluar air kencingnya, Nah ini yang banyak meninggal karena sudah terlambat," kata Syahril.

"Begitu sudah terjadi gagal ginjal, karena tidak bisa memproduksi urine, metabolisme sudah rusak, ginjalnya sudah rusak," tutupnya.

Perlu pemeriksaan fungsi ginjal setidaknya setahun sekali untuk mendeteksi adanya ginjal bocor
Perlu pemeriksaan fungsi ginjal setidaknya setahun sekali untuk mendeteksi adanya masalah di ginjal  (Thinkstock)

2 Meninggal di Jambi

Pihak RSUD Raden Mattaher, mengkonfirmasi adanya tiga anak yang mengalami penyakit gangguan ginjal akut progresif atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury).

Wakil Direktur Pelayanan dr. Anton Trihartanto mengatakan dua diantaranya telah meninggal dunia, namun satu lainnya sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Anak umur 8 tahun dua-duanya. Dua anak tersebut saat ini sudah meninggal, satu lagi baru masuk tanggal 19 usia 2 tahun dengan berat badan 10 Kg ini belum konfirmasi pasti penyakit Acute kidney injury (AKI) karena mengingat anak itu ada gangguan penyakit penyerta lainnya," kata Anton, Kamis (20/10).

Dia kemudian menyebut gejala utama yang terlihat pada anak itu berkurangnya urin hingga tidak ada.

"Kalau untuk kasus pertama, orang tua belum terkonfirmasi. Tapi untuk kasus kedua sebenarnya orang tuanya sudah menyadari ada batuk, pilek terus ada demam dan orangtua mengeluhkan buang air kecilnya sedikit bahkan terakhir tidak ada," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved