Perang Rusia Ukraina
Peringatan untuk Ukraina, Ribuan Pasukan Belarus Kirim Sinyal Bela Rusia
Belarus buka peluang untuk gabung dengan Rusia untuk berperang di Ukraina.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Belarus buka peluang untuk gabung dengan Rusia untuk berperang di Ukraina.
Presiden Belarus, Alexander Lukashenko sudah mengarahkan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.
Hal ini menandai pernyataan Kementerian Pertahanan Belarus soal "kesiapan tempur" sedang berlangsung.
Dikutip dari Reuters, Kementerian Dalam Negeri Belarus mengadakan latihan untuk menghilangkan "kelompok sabotase" di dekat Yelsk, 20 km dari perbatasan dengan Ukraina pada Selasa (11/10/2022).
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang berjanji menyediakan sistem pertahanan udara canggih untuk Ukraina pasca serangan rudal Rusia seperti bakal menghadirkan perang babak baru.
Pentagon pada 27 September akan mulai mengirimkan Sistem Rudal Permukaan-ke-Udara Nasional selama dua bulan ke depan atau lebih.
Biden dan para pemimpin Kelompok Tujuh atau G7 akan mengadakan pertemuan virtual pada hari Selasa.
Pertemuan tujuannya membahas komitmen mereka dalam mendukung Ukraina, kata Gedung Putih.
"Kami memperingatkan dan berharap mereka menyadari bahaya eskalasi tak terkendali di Washington dan ibu kota Barat lainnya," kata Sergei Ryabkov seperti dikutip kantor berita RIA, Selasa.
Rudal Rusia menghantam sasaran di seluruh Ukraina pada Senin pagi.
Serangan ini menewaskan 19 orang dan melukai 105, kata pejabat layanan darurat, saat mereka merobek persimpangan, taman, dan lokasi wisata.
Sebanyak 301 pemukiman di wilayah Kyiv, Lviv, Sumy, Ternopil dan Khmelnytsky tetap tanpa listrik pada Selasa pagi.
Puluhan rudal jelajah yang ditembakkan dari udara, darat dan laut adalah gelombang serangan udara paling luas yang menghantam garis depan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berbicara kepada Biden pada hari Senin dan menulis di Telegram bahwa pertahanan udara adalah "prioritas nomor 1 dalam kerja sama pertahanan kami".
"Kami akan melakukan segalanya untuk memperkuat angkatan bersenjata kami," katanya dalam pidato Senin malam.
"Kami akan membuat medan perang lebih menyakitkan bagi musuh."
Sementara memperbanyak pasokan senjata ke Ukraina membuat kekhawatiran tersendiri bagi Amerika.
“Pada musim dingin ini, nasib buruk sektor pertahanan Amerika Serikat akan menyebabkan gangguan pasokan senjata ke Ukraina,” kata perwira intelijen militer Amerika Serikat, Joseph Donato.
Menurut dia, industri pertahanan Amerika Serikat sudah mengalami permasalahan dengan pasokan senjata ke Angkatan Bersenjata Ukraina dan persediaan amunisi kritis juga berkurang.
Sebelumnya, The Wall Street Journal, mengutip pejabat Amerika Serikat dan perwakilan kongres melaporkan bahwa pihak berwenang Ukraina meminta pihak Amerika untuk memasok senjata jarak jauh ke Kiev, termasuk rudal Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) untuk menyerang wilayah Rusia khususnya Krimea.
Sebagian Artikel ini diolah dari Tribunnews.com
Baca juga: Diberondong Rudal Rusia, Presiden Ukraina Desak Sekutu Barat Kirim Bantuan Militer
Baca juga: Rusia Murka, Amerika Kirim Senjata Canggih ke Ukraina
Baca juga: AS Akan Hentikan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Karena Kolusi Antara Arab Saudi dan Rusia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Pasukan-Rusia-di-Ukraina-00.jpg)