Barat Kehilangan Brasil Sebagai Sekutu dalam Melawan Rusia
Pengaruh global dari pemilihan presiden di Brasil sangat besar. Untuk pertama kalinya, tidak ada keraguan bagi Amerika Latin untuk tidak akan berpihak
Penulis: tribunjambi | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM - Pengaruh global dari pemilihan presiden di Brasil sangat besar. Untuk pertama kalinya, tidak ada keraguan bagi Amerika Latin untuk tidak akan berpihak kepada Barat dalam perang melawan Rusia.
Luiz Inácio Lula da Silva dan Jair Bolsonaro maju ke putaran kedua pemilihan presiden di Brasil. Pada babak pemilihan pertama pada 2 Oktober, masing-masing dari mereka mendapatkan perolehan suara sebanyak 48,41 persen dan 43,22 % suara.
Lula kembali ke politik setelah hukuman korupsi berupa 2 tahun penjara dibatalkan terhadapnya. Selain itu, jejak Amerika dalam penganiayaan terhadap Lula dapat terlihat dengan jelas.
Dalam sebuah wawancara dengan Time, dia berkata bahwa dalam menanggapi pertanyaan tentang Ukraina, tidak hanya Vladimir Putin yang harus disalahkan atas invasi, tetapi juga Amerika Serikat dan Uni Eropa.
"Amerika Serikat dan Eropa seharusnya mengatakan bahwa Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO, maka hal tersebut akan menyelesaikan masalah," kata Lula.
Baca juga: NATO dan Rusia dari Partner Menjadi Musuh, Setelah NATO Beri Bantuan Senjata ke Ukraina
Baca juga: Pakar Hukum Yakin Bripka RR & Bharada E Pojokkan Ferdy Sambo di Persidangan Karena Bukan Lagi Atasan
Dia juga percaya bahwa Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina juga sebenarnya menginginkan peperangan.
Lula adalah salah satu pendiri BRICS yang merupakan akronim yang diciptakan untuk mengasosiasikan lima negara yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan.
Sedangkan kandidat lain, Bolsonaro adalah orang buangan bagi Amerika Serikat. Sedangkan bagi Vladimir Putin, ia sangat dihargai.
Pemimpin Brasil mempertaruhkan BRICS dan kerjasama dengan Federasi Rusia. Beberapa hari sebelum dimulainya operasi militer khusus, ia mengunjungi Moskow dan menyatakan solidaritasnya dengan Rusia.
Pada pemungutan suara terakhir di Dewan Keamanan PBB, Brasil abstain menunjuk Federasi Rusia dalam "mencaplok" wilayah Ukraina.
Putaran kedua pemilihan presiden di Brasil akan berlangsung pada 30 Oktober. (Nazela)
Sumber: pravda.ru
Simak update berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: NATO dan Rusia dari Partner Menjadi Musuh, Setelah NATO Beri Bantuan Senjata ke Ukraina
Baca juga: Ingin Unjuk Gigi ke Korut, Rudal Korsel Malah Rusak saat Diluncurkan, Jatuh dekat Pemukiman Warga
Baca juga: Pakar Hukum Yakin Bripka RR & Bharada E Pojokkan Ferdy Sambo di Persidangan Karena Bukan Lagi Atasan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/06102022-brasil.jpg)