Berita Jambi

Angka Stunting di Jambi Masih 22,4 Persen, Targetkan 2024 Turun Menjadi 12 Persen

Angka kasus stunting di Provinsi Jambi masih terbilang tinggi yakni 22,4 persen. Ini dikatakan Sekda Provinsi Jambi, Sudirman dalam ekspos hasil evalu

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Danang Noprianto
Ekspos hasil evaluasi program percepatan penurunan stunting di kabupaten/kota bersama mitra kerja pengawasan internal tingkat Provinsi Jambi tahun 2022, Selasa (4/10/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Angka kasus stunting di Provinsi Jambi masih terbilang tinggi yakni 22,4 persen.

Hal ini disampaikan oleh Sekda Provinsi Jambi, Sudirman dalam ekspos hasil evaluasi program percepatan penurunan stunting di kabupaten/kota bersama mitra kerja pengawasan internal tingkat Provinsi Jambi tahun 2022, Selasa (4/10/2022).

"Berdasarkan studi status gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 persentase angka stunting pada balita di Provinsi Jambi sebesar 22,4 persen," ujarnya.

Angka 22,4 persen tersebut cukup tinggi, oleh karena itu Presiden dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 memberikan amanat target penurunan stunting pada 2024 capai angka 14 persen.

"Sesuai amanat presiden target penurunan stunting pada tahun 2024 capai angka 14 persen dan untuk Provinsi Jambi sendiri harus mencapai angka 12 persen," Kata Kepala perwakilan BKKBN Jambi Munawar Ibrahim Selaku koordinator pelaksana Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) di Provinsi Jambi.

Baca juga: Cabai Merah Turun Harga di Pasar Tradisional Jambi

Baca juga: Reaksi Jepang Tanggapi Rudal Balistik Korea Utara yang Melintas di Wilayahnya

Sementara itu kata Sekda dari angka provinsial, Jambi sudah menyepakati bahwa akan memberikan kontribusi secara persentase 12 persen.

"Tentu ini bukan angka yang mudah untuk dicapai, ini diperlukan kerjasama dan koordinasi bersama antar kita semua serta stakeholder lainya," ujarnya.

Sudirman, meminta laporan minimal satu bulan sekali kepadanya atau ketua TPPS lainnya atas aktivitas yang telah dilaksanakan oleh TPPS dalam kegiatan pendampingan keluarga beresiko stunting.

"Saya ingin adanya inovasi yang berbeda atau adopsi dari Provinsi lain, namun sesuai dengan kondisi kita, dengan melakukan berbagai kegiatan yang tujuan utamanya untuk memperkenalkan program ini kepada masyarakat," tambanya.

Ia berharap, Dinas/intansi/lembaga yang tergabung dalam TPPS, dapat mengalokasikan anggaran yang bertema atau spesifik menyangkut stunting dalam DIPA masing-masing, sehingga dapat memberikan dampak dan terukur.

"Terakhir saya ingin adanya apresiasi bagi para TPPS di daerah, minimal TPPS berprestasi di desa dan kecamatan dengan memformulasikan instrumen-instrumen penilaian secara bersama sama," pungkas. (Tribunjambi.com/Danang Noprianto)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Cabai Merah Turun Harga di Pasar Tradisional Jambi

Baca juga: Bukan Dengan AHY, Ini Sosok yang Dinilai Cocok Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024

Baca juga: Konsultasi Ranperda, Pansus II DPRD Provinsi Jambi Stuba ke Kemendagri

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved