Prof. Dr. H. Lias Hasibuan Panutan Bagi Kelurga dan Teladan Bagi Rekan Kerja
Secara mendadak Prof. Dr. H. Lias Hasibuan berpulang, Sabtu 1 Oktober 2022 pukul 23.10 WIB, di RSUD Raden Mattaher Jambi.
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Teguh Suprayitno
Tidak hanya itu, beliau juga mempunyai tiga jagoan lucu Alkhawarizmi Yuri (5 ), Omar Ahsani Yuri (3) dan Muhammad Zabir Alfarizqi El-Rumi (2).
Maimunah Permata Hati Hasibuan putri Prof Luas menceritakan ditengah kesibukannya sebagai guru besar dan rektor, beliau masih menyempatkan diri bermain bersama cucu-cucu yang disayanginya.
"Sebagai seorang putrinya, saya hampir tidak pernah menemukan kekurangan dari beliau," ujarnya Maimunah membuka cerita.
Baca juga: Penyamaan Persepsi Awal Perkuliahan Ala Prodi PIAUD UIN STS Jambi
Maimunah mengkisahkan ayahandanya tidak pernah memarahi istrinya bila kecewa.
Sain itu beliau tidak pernah mengeluh dan selalu optimis dalam menjalani kesibukannya.
"Dia itu sosok yang sangat membimbing keluarganya dengan ilmu agama dan humanisnya," ujar wanita berhijab yang berprofesi sebagai dosen di UIN Sutha Jambi ini.
"Sekarang tepat di tanggal 1 oktober 2022 beliau menghembuskan nafas terakhir di IGD RSUD Raden Mattaher Jambi tepat pada pukul 23:10 WIB. Semoga almarhum senantiasa diberikan tempat terindah di sisi Allah SWT. Amin," pungkas Maimunah.
Tidak hanya menjadi seorang ayah dan suami yang baik Prof. Dr. H. Lias Hasibuan juga menjadi teladan yang baik bagi sesama rekan kerjanya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Univeritas Negeri Islam Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi Dr. Bahrul Ulum, M.A. mengatakan beliau memiliki keteladanan dan komitmen yang kuat dalam menjalankan amanah.
Wakil Rektor UIN ini menceritakan dia sudah mengenal almarhum cukup lama, mulai dari guru di Aliyah sampai sama sama menjadi Pendiri ITSNU Jambi.
"Beliau ketua panitia dan saya sekretaris panitia. Sebagai ketua panitia pendirian ITSNU beliau sangat gigih untuk berjuang mewujudkan pergurian tinggi milik NU Jambi, yang diberi nama ITSNU Jambi," ujarnya.
Lebih lanjut Bahrul Ulum menceritakan almarhum sangat intens untuk meyakinkan Kemendikbud RI, PBNU, pemerintah Provinsi Jambi, tokoh NU dan masyarakat Jambi agar ITSNU berdiri di Jambi, bahkan dana pribadi juga banyak beliau keluarkan terutama saat akan visitasi dari tim Dikbud sebelum kluar izin ITSNU Jambi.
"Selama kenal, keteladanan utama dari beliau adalah komitmennya yang kuat dalam menjalankan amanah, seperti terlihat dalam mengajar yang terencana dan disipilin yg tinggi," ujarnya.
Sementara itu Dr. Masiyan, Wakil Dekan Bidang kemahasiswaan dan kerjasama luar Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) juga memiliki kenangan yang cukup baik dengan Prof Lias.
Di mata Dr. Masiyan Almarhum merupakan orang yang baik, sangat humble. Sering bercanda ceplas ceplos, sebagaimana orang Medan lainnya.