Perang Rusia Ukraina
Rusia Resmi Ambil Alih 4 Wilayah Ukraina, Presiden Zelensky: Reaksi Kami Sangat Keras
Artikel ini membahas Rusia resmi mengambil 4 wilayah Ukraina dan memasukan ke daftar wilayahnya.
Dampak referendum, Ukraina harus menyerahkan 15 persen atau 90 ribu kilometer wilayahnya ke pemerintah Rusia.
Rusia klaim raih kemenangan setelah referendum di empat wilayah di hari terakhir.
"Ada kemungkinan realistis bahwa Putin akan menggunakan pidatonya untuk secara resmi mengumumkan aksesi wilayah-wilayah pendudukan Ukraina ke Federasi Rusia. Referendum yang saat ini sedang berlangsung di wilayah-wilayah ini dijadwalkan akan berakhir pada 27 September."
"Para pemimpin Rusia hampir pasti berharap bahwa setiap pengumuman aksesi akan dilihat sebagai pembenaran dari 'operasi militer khusus' dan akan mengkonsolidasikan dukungan patriotik untuk konflik tersebut," jelas Kementerian Pertahanan Inggris dalam pembaruannya dilansir Guardian.
Menurut laporan Reuters, Moskow berencana mencaplok sekitar 15 persen wilayah Ukraina yang dikendalikan pasukannya serta 3 persen wilayah Ukraina.
1. Sebagian besar Ukraina timur, yang dikenal sebagai Donbas (Donetsk dan Luhansk), di mana banyak etnis Rusia dan Ukraina berbahasa Rusia tinggal di sana.
Dua bagian Donbas, sekarang termasuk Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR), yang diakui Putin sebagai negara merdeka tepat sebelum invasi pada 24 Februari.
Serta garis depan peperangan yang melintasi Donetsk.
2. Wilayah Kherson yang dikuasai pasukan Rusia.
3. Zaporizhzhia yang dikuasai pasukan Rusia.
Rusia mencaplok setidaknya 90.000 km persegi wilayah Ukraina atau setera dengan Hongaria atau Portugal.
Rusia sebelumnya telah menganeksasi Krimea pada tahun 2014.
Dikutip Reuters, para pejabat Ukraina mengklaim warga dilarang meninggalkan beberapa derah yang diduduki sampai referendum selesai.
Sejumlah orang yang merupakan kelompok bersenjata menerobos rumah penduduk, karyawan perkantoran diancam akan dipecat jika menolak berpartisipasi dalam referendum.
Sementara itu, dalam pidato hariannya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut referendum dengan tegas dikecam oleh dunia.