Sekjen Wantannas RI Isi Kuliah Umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sutha Jambi

Sekjen Wantannas RI Laksdya TNI Dr.Ir.Harjo Susmono S.sos,.SH.,MH.,M.Tr.Opsla mengisi kuliah Umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sutha Jambi.

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/M Yon Rinaldi
Sekjen Wantannas RI Laksdya TNI Dr.Ir.Harjo Susmono S.sos,.SH.,MH.,M.Tr.Opsla mengisi kuliah Umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sutha Jambi. 

 


TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Sekretaris Jendral Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Sekjen Wantannas RI) Laksdya TNI Dr.Ir.Harjo Susmono S.sos,.SH.,MH.,M.Tr.Opsla mengisi kuliah Umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sutha Jambi, Selasa (27/9/2022).

Kuliah Umum yang di hadiri mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sutha Jambi mengambil tema Indonesia sebagai Poros maritim dunia.

Berlokasi di Auditorium Chatib Quzwain, kuliah umum ini juga dihadir oleh Rekto UIN Sutha Jambi Prof. Dr. H. Su'aidi, Asyari,MA.,Ph.D, dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sutha Jambi Dr A.A Miftah M.Ag.

Su'aidi Asyari, Rektor UIN Sutha Jambi dalam kata sambutanya mengatakan kuliah umum kali ini sangat istimewa karena dihadiri penjabat besar yang belum pernah dalam sejarah.

"Semoga menjadi barokah," ujarnya.

Harjo Susmono dalam mengisi kuliah umumnya mengatakan Indonesia menjadi poris maritim dunia, harus masih dalam koridor agama.

"Jika yang dipelajari sama tapi niatnya salah akan menjadi masalah,' ujarnya membuka perkuliahan umum yang dia berikan.

Lebih lanjut dia mengatakan siapa menguasai laut dia menguasai perdagangan dunia, siapa menguasai perdangan dunia akan menguasa keuangan dunia. Siapa menguasai keuangan dunia akan menguasai dunia.

Agar Indonesia menjadi sukses harus fokus menguasai maritim dan maritim harus menjadi  kepentingan baru Indonesia.

"Untuk itu kita perlu menjadi negara yang kuat dibidang maritim," ujarnya.

Posisi Indonesia sangat strategis di antar dua samudra dan benua dan menjadi lintasan perdangan dunia.

Namanya lintasan pasti rame, dimana  80 persen perdangan dunia lewat laut dan  40 persen lewat Indonesia.

Sementara itu 3/4 Negera Indonesia adalah laut.

"Untuk mewujudkan hal tersebut kita perlu kecerdasan bukan hanya kecerdasan akal tapi juga spiritual," ujar Harjo.

Lebih lanjut ia menceritakan, sebelum abad 13 Sriwijaya menguasai selat Malaka sehingga menjadi kerajaan besar. Begitu juga dengan Majapahit.

Namun setelah VOC berkuasa kita berubah menjadi Negera agrais.

"Hal ini karena VOC berhasil mendoktrin kita dan mereka berhasil menguasai lautan selama berabad-abad. (Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi/adv)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved