Parade Perahu Hias di Jambi Berpotensi Jadi Wisata

Salah satu rangkaian acara dalam Festival Batanghari yang diadakan Pemerintah Provinsi Jambi yakni parade perahu hias.

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Wira Dani Damanik
Parade perahu hias di Festival Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Salah satu rangkaian acara dalam Festival Batanghari yang diadakan Pemerintah Provinsi Jambi yakni parade perahu hias. Parade itu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut berkeliling di Sungai Batanghari.

Festival Batanghari itu berlangsung dari 22 September hingga 25 September 2022. Pada penutupan, digelar parade perahu hias yang diikuti puluhan perahu dengan melibatkan para pengusaha ketek (perahu) yang ada di Sungai Batanghari.

Dimulainya parade perahu hias itu ketika rombongan Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mulai menaiki perahu dari dermaga. Dengan puluhan perahu hias yang ada, masyarakat berkesempatan ikut dalam parade tersebut.

Saat reporter Tribun ikut dalam parade, tampak terlihat antusias masyarakat mengikutinya. Saat ditanya, Indri, warga Kota Jambi mengaku senang dapat kesempatan berkeliling di Sungai Batanghari itu menggunakan ketek.

Baca juga: Gubernur Jambi Al Haris Resmi Tutup Festival Batanghari 2022

Dengan pengalaman pertamanya, ia menilai berkeliling menggunakan ketek itu memiliki potensi wisata bagi masyarakat. Hal itu ia dia nilai karena dengan menaiki ketek dapat melihat suasana yang berbeda dan memiliki sensasi tersendiri.

"Sangat seru, tadi dibolehin dari masyarakat menaiki ketek ini, jadilah sambil berwisata. Ini sangat layak sekali dijadikan wisata, dengan ini jadi wisata kan menambah pendapatan masyarakat daerah di sini," ujar Indri, Minggu (25/9).

Terpisah, pengusaha getek Azwan mengaku dirinya senang terlibat dalam parade hias itu. Ia mengatakan setiap perahu dikontrak sehari oleh penyelenggara acara festival seharga Rp 500 ribu.

Baca juga: Hari Ketiga Festival Batanghari, Pemprov Jambi Gelar Parade Perahu Hias

Ia mengaku beberapa masyarakat pernah melakukan keliling di Sungai Batanghari itu. Hal itu dikatakannya menjadi bukti, adanya peminat berkeliling di Sungai Batanghari menggunakan ketek.

"Ada saja yang mau berkeliling, kalau sehari-harinya memang lebih sering digunakan untuk penyebrangan bagi warga yang hendak ke Kota dan ke Seberang. Tapi kami pun membuka layanan untuk berwisata atau berkeliling di sungai ini," tutup Azwan.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved