Berita Jambi

Walhi Jambi akan Undang Pemerintah Rapat Umum Memecahkan Persoalan Tanah di Hari Tani Nasional

Dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional yakni 24 September 2022, Wahana Lingkungan Hidup Indoensia (Walhi) Provinsi Jambi bersama masyarakat desa a

TRIBUNJAMBI.COM/WIRA DANI DAMANIK
Walhi Jambi akan Undang Pemerintah Rapat Umum Memecahkan Persoalan Tanah di Hari Tani Nasional 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional yakni 24 September 2022, Wahana Lingkungan Hidup Indoensia (Walhi) Provinsi Jambi bersama masyarakat desa akan undang pemerintah untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Provinsi Jambi.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Walhi Jambi, Abdulah. Ia mengatakan pihak pemerintah yang akan diundang dalam rapat sekaligus aksi hari tani itu diantaranya, Gubernur Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kapolda Jambi, Danrem 042 Garuda Putih, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi dan Kakanwil ATR/BPN Provinsi Jambi.

Puncak hari tani nasional yang akan dilakukan Walhi Jambi bersama masyarakat desa yaitu melakukan aksi longmarch dan rapat umum bersama pemangku kebijakan di Provinsi Jambi untuk menyampaikan permasalahan dan menuntut kembalinya hak atas tanah kaum tani.

Abdullah mengatakan dengan aksi hari tani nasional 2022 ini, seluruh petani yang tergabung dalam dampingan Walhi Jambi meminta sikap tegas dan kebijakan dari pemerintah serta komitmen untuk menyelesaikan permasalahan agraria di Provinsi Jambi dan mengembalikan wilayah Kelola rakyat Jambi.

"Serta mengajak mereka duduk bersama, dalam rapat umum ini harapannya masyarakat mendengar apa yang menjadi komitmen mereka terhadap penyelesaian konflik agraria yang terjadi di Jambi ini. Ada lebih kurang 17 desa yang akan hadir," jelas Abdullah dalam konferensi pers, Sabtu (24/9).

Adapun 17 desa dampingan yang berkonflik itu adalah sebagai berikut.

Dalam sektor hutan antara lain: Desa Pemayungan, Desa Lubuk Mandarsah, Desa Muara Kilis, Desa Sungai Paur, Desa Sungai Rambai, KT. Panglimo Berambai, Desa Olak Kemang dan Desa Gambut Jaya.

Sementara itu untuk desa yang berkonflik di sektor perkebunan antara lain: Desa Rondang, Desa Simpang Rantau Gedang, Desa Sungai Bungur, Desa Batu Ampar, Desa Seponjen, Desa Pandan Sejahtera, dan Kelurahan Tanjung. Ditambah Desa
Mekar Sari dan Tebing Tinggi harus menghadapi konflik sektor perkebunan yang tanah mereka diambil oleh mafia tanah.

Abdullah kemudian menjelaskan gambaran pengusaan tanah secara umum di Indonesia terlebih secara khusus di Provinsi Jambi.

"Situasi saat ini, 53,4 Juta hektar penguasaan tanah Indonesia didominasi oleh usaha-usaha di sektor logging, kebun kayu, sawit dan tambang. dari keseluruhan penguasaan tersebut izin dipegang oleh perusahaan swasta dan BUMN. Untuk Provinsi Jambi, 1.223.737 Hektar lahan dikuasai oleh korporasi swasta dan BUMN yang terdiri dari sektor kehutanan, perkebunan sawit, dan tambang. hal ini menjadi ketimpangan dalam penguasaan tanah di Provinsi Jambi mengingat hanya 215.969.92 Ha yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui skema Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan kepada rakyat Jambi," ujarnya.

Ia pun kemudian mengungkap jumlah petani yang terdampak atas kasus konflik pertanahan itu.

"Atas kondisi ini, 1000 petani dari 17 Desa dampingan WALHI Jambi yang berada di 6 Kabupaten Provinsi Jambi akan menyambut hari tani nasional 2022 pada tanggal 24 dan 26 September dengan serangkaian kegiatan konferensi pers untuk menyuarakan bahwa perjuangan kaum tani dalam mendapatkan wilayah kelola mereka belum terhenti dan belum terselesaikan,"pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: DPRD Provinsi Jambi Pertanyakan Langkah Pemprov Jambi Atasi Inflasi, Apa Langkah yang Disiapkan?

Baca juga: Penyamaan Persepsi Awal Perkuliahan Ala Prodi PIAUD UIN STS Jambi

Baca juga: DPRD Provinsi Jambi Apresiasi Saran KPK, Pokir Dewan Disampaikan Langsung ke Masyarakat

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved