Pesona Sektor Pertanian di Provinsi Jambi
Sebagai negara kepulauan dan memiliki wilayah yang luas, Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa tidak ada habisnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, struktur dan pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha untuk sektor pertanian sebesar 30,53 persen selanjutnya pertambangan dan perdagangan masing-masing 19,39 persen dan perdagangan 11,83 persen.
Berdasarkan serapan tenaga kerjanya sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Jambi.
Pada Februari 2022 sebanyak 42,87 persen dari jumlah penduduk usia kerja yang bekerja, ada di sektor pertanian.
Diikuti sektor perdagangan sebesar 17,13 persen dan industri pengolahan 6,81 persen.
Subsektor pertanian yang menjadi andalan Jambi adalah perkebunan, terbukti Jambi tahun 2021 menempati urutan terbesar keempat di pulau Sumatera dengan produksi kelapa sawit yaitu 2,6 juta ton.
Komoditas lain yaitu karet dengan produksi 310 ribu ton, kelapa 116 ribu ton, dan kopi 20 ribu ton.
Melihat kondisi tersebut sangat memungkinkan sektor pertanian masih menjadi perhatian semua pihak.
Berbagai isu yang muncul dan menjadi perhatian masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah adalah sumber daya manusia (SDM) pertanian.
Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS) 2018 mencatat 44,27 persen petani Jambi merupakan petani usia produktif di bawah usia 45 tahun.
Artinya petani Jambi didominasi oleh orang tua dan masih sedikit anak muda yang mau terjun dan bekerja di dunia pertanian.
Keberlanjutan dari masa depan pertanian sangat tergantung pada minat generasi mudanya, jika minat dan ketertarikan untuk bekerja di dunia pertanian menurun sangat berisiko terhadap pemenuhan pangan penduduk dengan seiring bertambah pula jumlah penduduk.
Isu lain adalah konversi lahan untuk penggunaan tempat tinggal, tempat usaha dan untuk fasilitas gedung lainnya.
Penguasaan lahan sawah oleh petani juga sangat kecil berkisar 0,25 sampai dengan 0,5 ha.
Strategi untuk mengatasi masalah terhadap dampak negatif yang muncul diperlukan data pertanian yang akurat, regulasi yang berpihak ke petani dan program pertanian yang tepat sasaran.
Kualitas data akan mengantarkan pada tujuan akhir sebuah program tepat sasaran, tepat tempat dan tepat waktu guna meningkatkan daya saing dunia pertanian dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sehingga anak muda mau bekerja di dunia pertanian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/BPS-Sektor-pertanian-Jambi.jpg)