Berita Tanjabtim

Wisatawan dari Pulau Jawa Berdatangan ke Air Hitam Laut Ikut Mandi Safar

Tradisi mandi safar yang digelar pada Rabu terakhir bulan Safar, menyedot banyak pengujung dari berbagai daerah.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/RIFANI HALIM
Eno dan Khiloa merupakan pengunjung yang ikut dalam tradisi mandi safar, kemungkinan tamu paling jauh yang sengaja mendatangi Pantai Babussalam, ikut serta dalam tradisi pantai Timur Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Tradisi mandi safar yang digelar pada Rabu terakhir bulan Safar, menyedot banyak pengujung dari berbagai daerah.

Mandi Safar di desa Air Hitam Laut, kecamatan Sadu, kabupaten Tanjung Jabung Timur didatangi wisatawan dari pulau Jawa.

Eno dan Khiloa merupakan pengunjung yang ikut dalam tradisi mandi safar, kemungkinan tamu paling jauh yang sengaja mendatangi Pantai Babussalam, ikut serta dalam tradisi pantai Timur Jambi.

"Kami dari Ponorogo dan temen saya dari Malang," kata Eno saat ditemui usai mandi Safar bersama rekannya, Rabu (21/9/2022).

Dua perempuan ini mengakui tradisi masyarakat Air Hitam Laut, kren dan takjub dengan kebudayaan masyarakat setempat yang puluhan tahun memperhatikan mandi Safar mengikat banyak peminat dari berbagai daerah.

"Sangat kren dan excited mandi Safar. Kemarin kesini awalnya naik mobil dari pusat kabupaten Tanjung Jabung Timur, parkir mobil di Nipah Panjang dan menyebrang ke kecamatan Sadu, kita dapat pinjaman sepeda motor dari ketua Karang Taruna."

"Sampai di desa Air Hitam Laut jam 10 malam, ada enam orang dalam rombongan," cerita Eno, untuk sampai ke desa Air Hitam Laut.

Menurut mereka, perjalanan dari Nipah Panjang menuju lokasi cukup ekstrim karena mereka mengetahui bahwa jalan yang dilalui berdekatan dengan Taman Nasional Berbak Sembilan.

"Dengan medan jalan yang lumayan ekstrim, sampai malam ke desa. Akhirnya terpuaskan dengan tradisi Mandi Safar yang banyak sekali orang di sini," kata khiloa.

Rombongan meraka sangat antusias dengan masyarakat setempat yang sangat menyambut baik pada pendatang yang cukup jauh seperti Eno, Khiloa serta empat teman lainnya.

"Masyarakat sangat baik kami dikasih tempat tinggal dan makan," kata khiloa.

Mereka berharap agar mandi Safar terus berlanjut dan publikasi lebih besar lagi agar masyarakat dari luar Jambi seperti Eno dan Khiloa bisa datang dan mengetahui Air Hitam Laut ini memiliki kekayaan budaya dan lainnya.

"Semoga juga bisa jadi warisan budaya yang nantinya akan diteruskan dari generasi ke generasi, kren dan seru," tuturnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Penyelenggaraan Belanja Disbun Provinsi Jambi Menyesuaikan yang Berkaitan dengan BBM

Baca juga: Wali Kota Jambi Harap Gerakan Pramuka Aktif di Sekolah-sekolah

Baca juga: Fauzi Ansori Paparkan Isu Kekinian di Jambi yang Diharapkan Masyarakat ke Pemerintah

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved