Berita Jambi

Pengamat Sebut Operasi Pasar dan ASN Beli Beras Lokal Bukan Sebuah Kebijakan Menekan Inflasi

Pengamat kebijakan tanggapi langkah Gubernur Jambi Al Haris terkait penangan inflasi di Provinsi Jambi. Gubernur Jambi telah melakukan operasi pasar

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik
Pengamat Kebijakan Pahrudin 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pengamat kebijakan tanggapi langkah Gubernur Jambi Al Haris terkait penangan inflasi di Provinsi Jambi. Gubernur Jambi telah melakukan operasi pasar dan menghimbau ASN untuk membeli beras lokal untuk membantu kendalikan inflasi.

Diketahui, saat diumumkan presiden beberapa minggu lalu, Provinsi Jambi disebut provinsi dengan inflasi tertingi di Indonesia yang menyentuh angka 8,55 persen. Di sisi lain pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi menyentuh angka 5,41 persen.

Menanggapi langkah gubernur itu, Pengamat Kebijakan Pahrudin menyebut terjadinya kelemahan pemerintah dalam mengantisipasi inflasi itu.

Menurutnya yang dilakukan gubernur hanya kebijakan reaksional, bukan kebijakan yang terstruktur dan direncanakan.

Baca juga: Harga Sawit Jambi - Di Tanjabtim Rp 1.450- 1.500 per Kg, Pertani Berharap Naik

Baca juga: Warga RT 09 Mendalo Indah Muaro Jambi Tutup Jalan Akibat 5 Tahun Tak Ada Perbaikan

"Kita ini hampir disetiap level nya lemah dari sisi antisipasi, lemah sekali. Artinya kan seharusnya hal-hal seperti ini sudah bisa di prediksi sejak awal. Makanya dalam kajian sosial ada namanya forecasting yang artinya dapat meramal apa yg akan terjadi kedepan. Sehingga karena kelemahan kita, budayanya kalau saya menyebutnya post factum. Jadi refleksnya itu bukan sebelumnya jadi nggak ada antisipasi. Jadi yang muncul itu tadi kebijakan reaksional" katanya, Sabtu (17/9).

Ia pun menegaskan, kedepan pemerintah harus mengantisipasi apa yang akan terjadi kedepan dan membuat perencanaan mengatasinya.

"Kalau saya menilainya itu bukan kebijakan, yang namanya kebijakan itu ada perencanaan sebelumnya. Jadi pemerintah tidak melakukan kebijakan apapun, itu hanya mobilisasi saja,"pungkasnya. (Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Harga Sawit Jambi - Di Tanjabtim Rp 1.450- 1.500 per Kg, Pertani Berharap Naik

Baca juga: Cerita Awal Karir Prilly Latuconsina hingga Punya PH Sendiri, Sempat Dibayar Rp500 Ribu

Baca juga: Warga RT 09 Mendalo Indah Muaro Jambi Tutup Jalan Akibat 5 Tahun Tak Ada Perbaikan

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved