Migrasi Kelompok Miskin ke Daya Listrik 900 VA Dongkrak Perekonomian

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan rencana penghapusan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) untuk rumah tangga

Editor: Fifi Suryani
istimewa
RS H Abdurrahman Sayoeti, Kota Jambi meningkatkan daya listrik tersebut yakni dari tarif daya S2 197 KVA ke S3 345 KVA. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan rencana penghapusan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) untuk rumah tangga patut didukung.

Menurutnya, keputusan yang dibuat pemerintah dan Badan Anggaran DPR tersebut akan menaikkan kapasitas kelompok miskin.

Mamit memandang dengan migrasi ke daya listrik 900 VA membuat kelompok miskin dapat menggunakan peralatan yang lebih memadai.

"Kebijakan itu gagasan yang bagus apalagi usulan banggar tarif listriknya tidak ikut naik, tetap menggunakan tarif 450 VA," tuturnya saat dihubungi, Selasa (13/9/2022).

Sarjana Perminyakan Universitas Trisakti ini menyampaikan kenaikan daya listrik ini sekaligus meningkatkan taraf hidup kelompok subsidi.

"Yang tadinya tidak bisa setel TV mungkin sekarang bisa karena daya listriknya meningkat," urainya.

Mamit meminta PT PLN (Persero) agar mengganti MCB 450 VA ke 900 VA tanpa biaya sepeserpun alias gratis.

Pun begitu untuk kelompok 900 VA yang kemudian migrasi ke 1.200 VA.

Dia menambahkan usulan ini juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat karena membantu usaha masyarakat.

"Mereka yang punya usaha mesin jahit pun sekarang bisa menambah mesinnya. Kuncinya tarif nggak berubah dan perubahan MCB gratis tidak memberatkan masyarakat," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved