Berita Jambi

Polisi Periksa 30 Saksi atas Kematian Bocah di Septic Tank, Kombes Andri: Kami Tidak Akan Mundur

Hingga saat ini, tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jambi dan Satreskrim Polresta Jambi terus berupaya mengungkap kematian KY, bocah wanita yang ditemuka

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Suci Rahayu PK
tribunjambi/fitri amalia
Lokasi ditemukannya Kekey bocah 4 tahun di Kota Jambi yang tewas dalam septic tank. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga saat ini, tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jambi dan Satreskrim Polresta Jambi terus berupaya mengungkap kematian KY, bocah wanita yang ditemukan tewas di dalam septic tank di Rawasari, Alam Barajo, Kota Jambi, pada Senin (25/7/2022).

Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta mengatakan, mengakui, memasuki hari ke 45 kematian KY, pihaknya masih mengalami kesulitan dalam proses pengungkapannya.

Mulai minimnya saksi saksi yang melihat kejadian, banyak keterangan saksi yang kerap berubah saat proses penyelidikan.

Mahasiswi yang tergabung dalam GMKI dan KAMMI menggelar aksi orasi di depan Mapolda Jambi, Senin (5/9/2022) pagi. Mereka meminta kematian KY yang ditemukan di dalam septic tank, agar segera diungkap dan pelaku segera ditangkap.
Mahasiswi yang tergabung dalam GMKI dan KAMMI menggelar aksi orasi di depan Mapolda Jambi, Senin (5/9/2022) pagi. Mereka meminta kematian KY yang ditemukan di dalam septic tank, agar segera diungkap dan pelaku segera ditangkap. (Tribunjambi.com/Aryo Tondang)

Sejauh ini, kata Andri, pihaknya telah memeriksa 30 saksi dalam proses pengungkapan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Andri, setelah melakukan audiensi dengan perwakilan KAMMI dan GMKI terkait pengusutan ini.

Andri juga memaparkan bahwa, adanya informasi pemerasan atau permintaaan sejumlah uang tebusan ke pada korban tidak benar.

Situasi tersebut, kata Andri dimanfaatkan oleh orang yang ingin mengambil keuntungan, dengan meminta uang tebusan pada keluarga korban.

Padahal, setelah diselidiki, pelaku yang mengrim pesan Whatsaap berada di wilayah Pulau Jawa.

Diduga, pelaku yang memanfaatkan situasi ini, melihat postingan keluarga terkait hilangnya KY, sehingga berpura-pura mengetahui keberadaan KY.

Baca juga: Polisi Buru Geng Motor yang Serang Warga Jeramba Bolong Jambi, Afrito: Identitas Kita Kantongi

Baca juga: Damai Secara Adat, Proses Hukum 6 Tersangka Keributan Turnamen di Desa Teluk Rendah Tebo Berlanjut

Pihaknya sudah mendalami informasi tersebut, dan dapat dipastikan hal tersebut tidak ada kaitannya dengan kematian KY.

Dalam audiensi ini KAMMI dan GMKI, Andri mengaku tidak akan mundur dan terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Andri, saat perwakilan dari mahasiswi meminta adanya MOU proses pengungkapan kasus ini dalam kurun 7X24 jam.

"Sebenarnya, beban moral kami lebih besar dari MOU ini, jangankan 7X24 jam atau 1X24 jam, kalau besok ada bukti cukup, kita tangkap," kata Andri, menanggapi permintaan mahasiswi.

"Jangankan berhenti, mundurpun kami tidak akan pernah. Kita akan terus berupaya mengungkap ini," katanya.

Andri mengatakan, MOU tersebut sebaiknya diganti menjadi komitmen bersama untuk pengungkapan kasus ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved