Berita Jambi

Nelayan Desa Manis Mato Keluhkan Mahalnya Harga BBM

Warga Desa Manis Mato, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi mayoritas berprofesi sebagai nelayan, yang ikut terimbas kenaikan harga Bahan Bakar Min

TRIBUNJAMBI.COM/WIRA DANI DAMANIK
Ali seorang warga Desa Manis Mato Muaro Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Warga Desa Manis Mato, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi mayoritas berprofesi sebagai nelayan, yang ikut terimbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal tersebut diutarakan warga desa, Ali. Dirinya menuturkan kenaikan BBM menambah beban baru bagi nelayan, terutama di desanya.

Bahkan, ia menyebut harga pertalite di desanya lebih mahal dari yang ditetapkan pemerintah baru-baru ini, yang menyentuh hingga 15 ribu/Liter.

"Kalau di tempat kami ini, RT 1 masih ada yang 12 ribu, kalau di RT 2 malah ada yang sampe 15 ribu/Liter," ujar Ali, Senin (5/9).

Sementara itu, penghasilan yang diperolehnya tak menentu setiap harinya. Ia mengatakan setiap harinya hanya dapat 2-3 Kilogram dan bahkan tidak mendapat hasil.

"Kalau harga ikan baung itu ukuran 3 Kilogram ke bawah 35 ribu, kalau 3-5 Kilogram harganya 50 ribu, begitu juga ikam patin. Yang lebih mahal itu ikan belido, tapi kami lebih sering dapat ikan baung," kata Ali.

Ia pun berharap ada solusi dari permasalahan tersebut dan mendapatkan perhatian daei pemerintah.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: PSG Vs Juventus, Jadwal, Prediksi Skor Dan Starting XI, Bianconeri Unggul Head to Head

Baca juga: Cerita Awal Verrell Bramasta bisa Bertemu dengan Livy Renata

Baca juga: Satu Permintaan Sule Terkait Adzam yang Sulit Diwujudkan Nathalie Holscher

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved