Breaking News:

Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Sebut Pembunuhan Yosua Dipicu Dugaan Kekerasan Seksual, Susno Duadji: Komnas HAM Kebablasan

Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menganggap Komnas HAM sudah kebablasan terkait isi rekomendasinya yang diungkap ke publik hari ini.

Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNNEWS/Bian Harnansa
Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji saat Wawancara Eksklusif di Studio Tribun Network, Jakarta, Senin (22/8/2022). Susno Duadji menanggapi kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan tersangka Irjen Ferdy Sambo, istrinya, serta sejumlah ajudannya dan sejumlah kejanggalan di balik kasus tersebut. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menganggap Komnas HAM sudah kebablasan terkait isi rekomendasinya yang diungkap ke publik hari ini.

Dalam paparannya, Komnas HAM mengatakan kasus pembunuhan Brigadir Yosua adalah extrajudicial killing yang dipicu dugaan kekerasan seksual pada PC yang dilakukan Brigadir J.

"Peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J tindakan extrajudicial killing yang memiliki latar belakang adanya dugaan kekerasan seksual," ungkap Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, Kamis (1/9/2022).

Menanggapi itu, Komjen Susno Duadji menyebut heran mengapa kasus dugaan pelecehan masih disebut-sebut Komnas HAM, padahal kasus itu sudah dihentikan penyidikannya.

Ekspresi wajah Ferdy Sambo saat rekonstruksi, dan foto Brigadir Yosua semasa hidup
Ekspresi wajah Ferdy Sambo saat rekonstruksi, dan foto Brigadir Yosua semasa hidup (KOLASE TRIBUNJAMBI)

"Pelecehan seksual sudah dihentikan. Bukan karena tersangka meninggal, tapi Kapolri yang menyatakan tidak ada pidana itu," ucap Susno Duadji, dikutip dari pernyataannya di Channel TVOneNews.

Kasus dugaan pelecehan sempat dilaporkan Putri Candrawathi ke Polres Jakarta Selatan. Bahkan kasusnya sudah naik ke penyidikan.

Penyidik yang melakukan penyidikan kemudian menemukan fakta bahwa tidak ada tindak pidana yang dilaporkan Putri Candrawathi tersebut, sehingga kasusnya dihentikan.

"Komnas HAM, mohon maaf ya, melewati garis. Itu kebablaan. Keterangan yang didapat Komnas HAM itu dari siapa? Brigadir Yosua sudah meninggal, tidak tidak bisa dicocokkan," ucapnya.

Baca juga: Ini Tempat yang Diusulkan Diberi Nama Jalan Brigadir Yosua

Baca juga: Putri Candrawati Sakit, Brigadir Yosua Ajak Bharada E Bopong Istri Ferdy Sambo ke Kamar

Dia mengatakan, soal pelecehan, hanya bisa didapatkan Komnas HAM dari segerombolan orang.

"Ada keterangan saksi dari segerombolan orang yang sama, posisi mereka sama-sama sebagai tersangka," jelas Susno.

Kabareskrim tahun 2008-2009 itu mengungkapkan, Komnas HAM bukan penyidik tidak pidana.

Susno juga mengungkapkan bahwa pernyataan Komnas HAM soal adanya adegan yang tidak dinampakkan, menjadi tanda lembaga itu lewati garis tugasnya.

"Kasihan penyidiknya. Penyidik sudah bagus, sudah jalan, kok dikacaukan lagi?" jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, ahli hukum pidana Akhyar Salmi menyebut bila memang ada tindak pidana pelcehan, harusnya bersifat delik aduan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved