Tingkatkan Kualitas Dosen, Pusat Kajian UIN Sutha Jambi Gagas Pelatihan Menulis

Jurnal internasional bereputasi tentunya mendorong Indonesia khususnya kampus UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk mampu bersaing

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Rahimin
istimewa
Pusat kajian kurikulum, pengembangan pengajaran dan pembelajaran UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mengadakan Academic Writing yang bertema Strategy on Publishing Q1 Scopus Journal. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 mengatur mengenai kewajiban publikasi untuk Lektor Kepala dan Profesor adalah dalam rangka mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah pada tingkat nasional dan internasional

Jika jumlah publikasi dosen meningkat pada jurnal internasional terutama jurnal internasional bereputasi tentunya mendorong Indonesia khususnya kampus UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk mampu bersaing di tingkat internasional

Oleh Karena itu, Pusat kajian kurikulum, pengembangan pengajaran dan pembelajaran UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mengadakan Academic Writing yang bertema Strategy on Publishing Q1 Scopus Journal.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr Muhamad Taridi, M.Pd. yang sudah berpengalaman di dunia publikasi ilmiah dan banyak menerbitkan artikel baik pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional terindeks scopus. 

Muhamad Taridi juga merupakan ketua pusat kajian kurikulum, pengembangan pengajaran dan pembelajaran UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Kegiatan Academic Writing ini adalah kegiatan rutin yang telah dilaksanakan sebanyak 5 kali. 

Pada kesempatan ini kegiatan diselenggarakan pada 25 Agustus 2022 secara virtual melalui Zoom Meeting. 

Di awal kegiatan, Muhamad Taridi  menyampaikan strategi dalam publikasi di jurnal scopus harus dimulai dari kita mengenal siapa publisher dan apa yang mereka lakukan.

"Kita juga tentunya perlu mempraktekkan bagaimana menulis manuskrip yang baik. Tidak hanya itu, hal penting yang harus kita perhatikan adalah bagaimana struktur dari artikel yang akan kita buat, proses review dan editorial dari jurnal tempat kita publikasi serta ada author ethics yang perlu untuk diperhatikan," ujarnya.

Muhamad Taridi juga menyampaikan soal artikel yang baik harus berisi pesan ilmiah yang jelas, bermanfaat dan menarik. 

Artikel yang baik juga harus mengalir dengan cara yang logis sehingga pembaca dapat mengikuti serta harus dibentuk untuk menunjukkan materi (isi) yang terbaik dan gaya penulisan yang jelas. 

"Menulis artikel yang bagus memang tidak mudah, maka kita memang perlu mempersiapkan diri untuk bekerja keras, menghargai hasil karya kita sendiri, dan sebenarnya tidak ada resep khusus untuk manuskrip yang baik hanya yang paling penting adalah mengikuti aturan, dedikasi dan kerja keras dari kita. Perlu diperhatikan bahwa editor dan reviewer juga adalah ilmuwan yang sibuk maka make things easy to save their time," katanya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Rektor UIN STS Jambi Meresmikan Kelas Persiapan COIL, Kerja sama dengan Michigan State University

Baca juga: Ketua Mahkamah Agung Takjub Liat Perubahan UIN SUTHA Jambi

Baca juga: UIN SUTHA Jambi Gelar Kuliah Umum Bersama Ketua MA

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved