Jumiarti Antar Berkas ke BKPSDM, Berharap jadi PPPK Setelah 15 Tahun Jadi Guru Honorer

Di halaman depan BKPSDMD kala itu, sedang ramai dikunjungi puluhan honorer yang didominasi oleh tenaga kesehatan dan tenaga pengajar.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Sejumlah guru honorer sedang mengumpulkan berkas -berkas untuk dilakukan pendataan oleh BKPSDM Tanjabtim yang diminta oleh Menpan-RB  

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK- Jumiarti (48) seorang guru honorer yang mengajar di salah satu sekolah dasar di Kota Harapan, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtim, sedang menunggu giliran masuk ke kantor BKPSDM untuk mengantar berkas SK dan bukti administrasi bahwa ia sudah mengabdi sebagai guru honorer selama 15 tahun.

Di halaman depan BKPSDMD kala itu, sedang ramai dikunjungi puluhan honorer yang didominasi oleh tenaga kesehatan dan tenaga pengajar.

Dari saut wajah puluhan tenaga kontrak daerah ini, mereka niat sekali mengantarkan berkas administrasi selama mengabdikan diri sebagai nakes dan guru karena memang berkas-berkas honorer harus dikumpulkan untuk mendata ulang jumlah honorer yang ada saat ini.

Jumiarti tidak tahu pasti kedatangannya, dalam mengumpulkan berkas seperti slip gaji dan SK dari awal ia berkerja untuk apa, yang pasti ia mendengar bahwa berkas tersebut guna untuk mendata jumlah honorer yang ada saat ini.

"Iya itu mungkin untuk mengetahui orang-orang yang betul-betul kerja mungkin, menjadi guru honorer," ujarnya, Selasa (30/8/2022).

Di sela-sela menunggu antrian untuk mengantarkan berkas ke pihak BKPSDM, sejumlah honorer yang datang terlihat mengumpulkan berkas SK dari awal bekerja sebagai honorer, slip gaji, KTP dan KK.

Tak lain, niat puluhan guru yang mengantarkan berkas ini ingin mengubah nasibnya yang kini berstatuskan sebagai honorer dengan gaji yang minim, menjadi PPPK.

Sementara itu, Kepala Bidang Mutasi BKPSDM Tanjabtim mengatakan, sejumlah guru yang datang berkunjung ke BKPSDM untuk keperluan pendataan jumlah tenaga honorer yang ada di Kabupaten Tanjabtim dan melihat kemampuan keuangan daerah mengenai rekrutmen PPPK.

"Ini hanya sebatas pendataan, karena Menpan-RB memerintahkan untuk mendata seluruh tenaga honorer yang ada di kabupaten," katanya.

Seharusnya, sejumlah tenaga honorer yang berdatangan ke BKPSDM Tanjabtim mengumpulkan berkas kedinas atau OPD masing-masing. Kemungkinan, karena banyaknya tenaga honorer guru dan nakes banyak yang kewalahan.

"Tetap kita bantu pendataan ini, kecuali hal-hal yang teknis yang tidak bisa kita bantu seperti seperti tidak adanya slip gaji. Hal teknis seperti itu bukan kita yang keluarkan, jadi tetap menghubungi dinas terkait, minta keterangan bahwa slip gaji hilang," tuturnya.

(Tribun Jambi / Rifani Halim)

Baca juga: Muncul Isu Honorer di Tanjab Timur Langsung Diangkat Jadi PPPK, Ini Kata BKPSDM

Baca juga: Bawa Aspirasi Honorer, Pengurus Forum Guru Honorer Jambi Audiensi dengan Komisi lV Soal Rekrut PPPK

Baca juga: Komisi IV DPRD Jambi Audiensi dengan Puluhan Orang Pengurus Forum Guru Honorer se-Provinsi Jambi

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved