Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Kasus Ferdy Sambo: Kapolri Janji Rekonstruksi Sesuai Fakta, Lima Tersangka Bakal Dihadirkan

Tim khusus (timsus) Polri akan menggelar rekonstruksi dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias

Editor: Fifi Suryani
YouTube TV Parlemen
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat dengar pendapat (RDP) soal kasus tewasnya Brigadir J dengan Komisi III DPR RI pada Rabu (24/8/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Tim khusus (timsus) Polri akan menggelar rekonstruksi dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Selasa (30/8). Terkait itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berjanji jika rekonstruksi akan dilakukan secara transparan.

"Semuanya transparan tidak ada yang kita tutupi. Kita proses sesuai dengan fakta dan itu janji kita," kata Listyo kepada wartawan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (28/8).

Meski begitu, mantan Kabareskrim Polri ini enggan merinci terkait proses rekonstruksi yang akan menghadirkan lima tersangka karena sudah masuk teknis penyidikan. "Itu teknis ya itu biar diserahkan ke penyidik yang penting saya doakan kalau kita semua tetap seperti komitmen kita," jelasnya.

Kejaksaan Agung RI menyatakan bahwa proses rekonstruksi dalam dugaan kasus pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J dinilai penting. Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana menyatakan bahwa pentingnya proses rekonstruksi ini lantaran pelaku yang diduga melakukan pembunuhan berencana ada lebih dari satu orang.

"Sangat diperlukan terlebih pelakunya lebih dari 1 orang. Jangankan kasus pembunuhan kasus tindak pidana korupsi seperti suap memerlukan proses rekonstruksi," kata Ketut.

Ia menyatakan bahwa proses rekonstruksi ini juga dapat memudahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melakukan pembuktian di persidangan. "Sehingga memudahkan JPU melakukan proses pembuktian di persidangan dengan melakukan reka-ulang setiap kejadian atau fakta hukum yang ada," jelasnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menuturkan rencananya rekonstruksi itu akan menghadirkan lima tersangka, yakni Bharada Richard Eliezer, Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf, dan Putri Chandrawati. "Menghadirkan seluruh tersangka, lima orang yang sudah ditetapkan tersangka," ujarnya.

Tak hanya para tersangka, Dedi menyebut pihaknya juga bakal menghadirkan jaksa penuntut umum (JPU). "Selain menghadirkan lima tersangka juga didampingi pengacara, nanti bersama ikut di dalam menyaksikan rekonstruksi tersebut adalah JPU," ucapnya.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI (Komnas HAM) memastikan, telah menerima surat resmi dari Polri untuk ikut serta dalam pelaksanaan rekonstruksi atas tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Adapun surat resmi itu sudah diterima oleh Komnas HAM pada Sabtu (27/8) kemarin.

"Sudah ada surat resmi meminta Komnas HAM ikut serta, kemarin," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.

Terkait dengan permintaan itu, Taufan menyatakan, pihaknya menerima dan memastikan akan hadir dalam rekonstruksi tersebut. "Ya, kami sudah menyatakan akan hadir," tukas dia.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) juga memastikan saat ini sudah menerima surat resmi dari Polri untuk ikut serta dalam pelaksanaan rekonstruksi kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. "Kompolnas sudah menerima undangan untuk hadir dalam pelaksanaan rekonstruksi," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

Selanjutnya, Poengky menyatakan, kapasitas Kompolnas mengawasi proses rekonstruksi tersebut sebagaimana permintaan pihaknya kepada Irwasum Polri. Bahkan, Kompolnas kata Poengky juga telah meminta Kapolri untuk memastikan Tim Khusus (Timsus) bekerja secara profesional.

"Sudah, Mas. Ketika bertemu Kapolri pada 2 Agustus lalu, kami sudah sampaikan untuk mengawal proses penyidikan kasus FS untuk memastikan Tim Khusus bekerja secara profesional dan mandiri, dan Kapolri sangat menyambut baik," ucap dia.

Tak hanya akan hadir dalam pelaksanaan rekonstruksi, Kompolnas juga sebelumnya ikut hadir dalam sidang etik yang dijalani Ferdy Sambo bersama tiga tersangka lainnya.

Kata dia, mekanisme itu sejatinya sudah diatur dalam UU Polri nomor 2 tahun 2002 dan Perpres 17 tahun 2011 terkait fungsi Kompolnas. Tak hanya itu, Polri dan Kompolnas juga kata Poengky, mempunyai MOU yang secara detil mendukung kelancaran tugas, fungsi dan wewenang Kompolnas selaku pengawas fungsional Polri.

"Kami akan mengawasi dan mengawal pelaksanaan rekonstruksi kasus berjalan dengan profesional dan mandiri," tukas dia.

 

 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved