Pemkab Tanjabbar Diminta Laporkan Harga Sembako Setiap Hari ke Kemendagri
Inflasi yang tinggi di Jambi masih menjadi sorotan pemerintah pusat. Bahkan pemerintah daerah diminta lapor harga sembako setiap hari.
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Inflasi yang tinggi di Provinsi Jambi masih menjadi sorotan pemerintah pusat.
Bahkan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) diminta melaporkan harga bahan pokok setiap hari kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.
Beberapa waktu lalu Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan arahan melalui zoom, untuk menyusun peta jalan dan melaporkan harga setiap hari.
Untuk pelaporan harga tertuang dalam Kepmendagri Nomor 500.05-8135 tanggal 2 Oktober 2017, tugas TPID provinsi diantaranya melakukan pengumpulan data dan informasi perkembangan harga barang kebutuhan pokok dan penting, barang lainnya serta jasa pada tingkat provinsi.
Agus Sanusi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) mengatakan inflasi yang terjadi di Jambi ini merupakan dampak dari perang Rusia dan Ukraina.
Baca juga: BPS Provinsi Jambi Optimis Akhir Tahun Inflasi Turun
"Dalam arahannya (Mendagri) setiap hari diminta melapor untuk seluruh kabupate atau kota, terkait perkembangan harga kebutuhan ke Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui grub WhatsApp," jelasnya.
Pemkab Tanjabbar juga diminta untuk mengantisipasi terjadi kenaikan dengan melakukan intervensi terhadap kenaikan harga, salah satunya intervensi terhadap transportasi bahan pangan, sehingga harga dan ketersediaan lebih terjangkau.
"Misalnya harga bawang merah di kota lain seperti Kerinci Rp35 ribu dan di sini Rp80 ribu, kita telusuri penyebabnya transformasi yang tinggi, kita bisa intervensi dengan menggunakan dana belanja tidak terduga terhadap transportasi bahan pangan agar lebih stabil," tambahnya.
Baca juga: Angka Inflasi Tinggi di Jambi, Pemkab Batanghari Kendalikan Harga Pangan dengan Cara Ini
Agus melihat situasi dan kondisi pasar, harga pangan saat ini perlahan sudah mulai stabil.(Tribunjambi.com/adesw).
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News