Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Kasus Ferdy Sambo, Rapat 20 Menit Sebelum Eksekusi Brigadir J, Hadir Putri, Bharada E, Bripka RR

Terungkap rapat tertutup Irjen Ferdy Sambo Cs sebelum mengeksekusi Brigadir J alias Brigadir Yosua. Rapat yang dilakukan di lantai 3 itu membahas

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Kolase foto Tribun Manado via Youtube
Rekaman CCTV perlihatkan Brigadir J dan Istri Irjen Ferdy Sambo saat tiba dirumah Pribadi Ferdy Sambo untuk PCR. 

TRIBUNJAMBI.COM - Terungkap rapat tertutup Irjen Ferdy Sambo Cs sebelum mengeksekusi Brigadir J alias Brigadir Yosua.

Rapat tertutup itu dipimpin Ferdy Sambo di rumah pribadinya Jalan Saguling III.

Rapat yang dilakukan di lantai 3 itu membahas skenario untuk menghabisi Brigadir J diikuti Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka R atau Ricky Rizal dan Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Keberatan dengan Hukuman 6 Bulan Penjara

Biodata dan Profil Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Tersangka Tewasnya Brigadir Yosua

Fakta ini diungkapkan kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy.

Menurut Ronny, kasus kematian Brigadir J ini merupakan satu rangkaian peristiwa hukum yang memang saling berkaitan dan tidak bisa melihatnya secara sepotong-sepotong saja.

Ronny menjelaskan, dalam kasus ini Bharada E tidak dapat berbuat banyak, karena memang kliennya mendapat perintah saat berada di rumah Jalan Saguling III setelah pulang dari Magelang.

Bharada E satu mobil dengan Putri Candrawathi, Susi asisten rumah tangga Putri Candrawathi, Bripka RR dan Kuat Maruf saat pulang dari Magelang hingga rumah pribadi di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dari rekaman CCTV yang beredar, Ferdy Sambo di hari itu datang lebih dulu di rumah pribadi. Tak lama disusul oleh rombongan Putri Candrawathi dari Magelang.

Brigadir J juga terpantau di CCTV gunakan kaus putih dan ikut angkat-angkat barang rombongan dari mobil ke dalam rumah pribadi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Ronny mengungkapkan, dalam rapat kilat tersebut diketahui Putri Candrawathi ada di rumah pribadi di Jalan Saguling.

"Yang diketahui oleh klien saya adalah, bahwa saudari PC ini memang ada di rumah di Saguling dan ada juga di TKP. Menurut klien saya, rangkaian cerita itu, ibu ini ada di lokasi," ujar Ronny dikutip dari tayangan YouTueb TV One (20/8/2022).

Baca juga: Kasus Ferdy Sambo, Peran Putri Candrawati Siapkan Uang Tutup Mulut Terkait Tewasnya Brigadir Yosua

Baca juga: Kasus Ferdy Sambo, Kondisi Putri Candrawathi Terus Menurun sejak 3 Hari Terakhir

Tak hanya itu, pada rapat kilat tersebut, Bharada E adalah peserta terakhir yang dipanggil masuk.

"Klien saya (Bharada E, red) dipanggil ke dalam suatu ruangan meeting, ruangan rapat, bahwa ternyata memang sudah ada Ibu PC ini membicarakan mengenai tentang almarhum Yosua," kata Ronny.

Bharada E mengaku menghadiri rapat dalam durasi sangat singkat. Meski demikian, saat keluar dari rumah Saguling, Bharada E sudah mendapat perintah untuk mengesekusi Brigadir J di rumah dinas.

"Waktunya sangat pendek. Klien saya menerima perintah itu, kemudian sampai ke TKP (rumah dinas, red) kurang 20 menit. Bharada E menyampaikan di TKP atau rumah sebelumnya di rumah Saguling ada ibu PC," terang dia.

Ronny memastikan Bharada E ini tidak mengetahui motif penembakan Brigadir J.

Setelah tiba dari Magelang sampai di Jakarta, Bharada E memang tidak mengetahui apa-apa tapi mendapat perintah di menit-menit terakhir.

Ronny akan membuktikan di pengadilan, bahwa kliennya menembak Brigadir J tanpa tahu motif.

Artinya, Bharada E dalam kasus ini hanya kambing hitam, secara di rapat kilat itu pangkatnya paling rendah.

Dalam rapat itu, menurut Bharada E, ada Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Bripka RR. Bharada E hanya bisa diam tak berbicara sama sekali dengan Putri Candrawathi di rapat itu.

"Ibu PC itu ada di ruangan lantai 3. Jadi pertemuannya itu (dihadiri, red) Ibu PC, Pak FS, kemudian saudara RR. Kemudian yang terakhir dipanggil adalah Bharada E ini. Yang panggil itu saudara RR," terang Ronny.

Mulanya, Bharada E tidak melihat Putri Candrawathi pas masuk ke dalam ruangan yang jadi rapat kilat. Barulah setelah duduk di sofa, Bharada E melihat Putri Candrawathi sudah di dalam.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Terungkap Rapat Kilat Praeksekusi Brigadir J di Lantai 3 Rumah Saguling, Ferdy Sambo Memimpin, 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Keberatan dengan Hukuman 6 Bulan Penjara

Baca juga: Biodata dan Profil Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Tersangka Tewasnya Brigadir Yosua

Baca juga: Putri Candrawathi Terancam Hukuman Mati, Diduga Terlibat Rencana Pembunuhan Brigadir Yosua

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved