Brigadir Yosua Tewas Ditembak
Kasus Ferdy Sambo, Ada Tangisan Putri Candrawathi Sebelum Brigadir Yosua Dibunuh
Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi diduga terlibat rencana pembunuhan Brigadir Yosua.
TRIBUNJAMBI.COM - Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi diduga terlibat rencana pembunuhan Brigadir Yosua.
Bersama Ferdy Sambo, sosok Putri Candrawathi jadi tersangka pembunuhan terhadap Brigadir Yosua, Jumat (19/8/2022).
Sebelum Brigadir Yosua dibunuh terungkap Putri Candrawathi sempat menangis.
Hal ini disampaikan Kuasa hukum Bharada Eliezer atau Bharada E, Ronny Talapessy, di akun YouTube TVonenews, Jumat (19/8/2022) malam.
Ada pertemuan sekitar 20 menit sebelum Brigadir Yosua Hutabarat dieksekusi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.
Pertemuan tersangka termasuk bersama Putri Candrawathi di rumah pribadinya di lantai 3 di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Bharada E sempat dipanggil ke ruang rapat di lantai 3 rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling di lantai 3. Di sana juga ada Putri Candrawathi.
"Kemudian yang diketahui oleh klien saya adalah bahwa saudari PC (Putri Candrawathi) ini memang ada di rumah di Saguling dan juga ada di TKP," kata Ronny.
Menurut Ronny, dari keterangan Bharada E, Putri Candrawathi terlihat menangis.
"Klien saya menyampaikan bahwa waktu kejadian sebelum ekseksi itu, Ibu PC dalam keadaan yang menangis. Kemudian Bapak FS ini dalam keadaan marah. Nanti detailnya ini kan menjadi nota pembelaan di pengadilan," katanya.
"Jadi perlu kita sampaikan bahwa dengan ditingkatkannya status tersangka saudari PC ini, akan membantu klien kami di proses persidangan nantinya. Karena ini merupakan satu rangkaian peristiwa hukum yang memang saling berkaitan dan tidak bisa sepotong-sepotong saja ya. Jadi memang ini satu rangkaian hukum peristiwa," kata Ronny.
Dia berharap ke depan kasus ini semakin terang benderang.
"Dan akan sedikit membuat harapan untuk klien saya untuk mendapatkan keadilan. Karena Bharada E ini adalah pangkat yang paling rendah dan dalam situasi itu tidak bisa berbuat banyak karena memang berdasarkan perintah," paparnya.
Menurut Ronny Bharada E ini tidak mengetahui motif pembunuhan Brigadir J.
"Karena setelah kejadian di Magelang, sampai di Jakarta dia tidak mengetahui apa-apa. Itu nanti kita kita akan buktikan di Pengadilan. Bahwa memang dia hanya mendapatkan perintah itu last minute," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/12082022-brigadir-j.jpg)