Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Perang Rusia Ukraina

Warga Ukraina Ancam Santet Presiden Rusia Jika Nekat Serang Kota Dneper

Warga khawatir Rusia bakal menyerang Dneper suatu hari nanti, setelah kota lainnya di Ukraina diserang habis-habisan.

Editor: Heri Prihartono
Sumber: Evgeny Biyatov, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP
Presiden Rusia Vladimir Putin. Rusia mengusir 18 diplomat Uni Eropa dari Moskow, Jumat (15/4/2022). Seorang  mantan pejabat Ukraina  akan menyantet pemimpin Rusia Vladimir Putin bila pasukan Rusia menyerang Kota Dnepr 

TRIBUNJAMBI.COM - Kota Dnepr adalah bagian dari Ukraina yang dibayangi serangan Rusia.

Warga khawatir Rusia bakal menyerang Dneper suatu hari nanti, setelah kota lainnya di Ukraina diserang habis-habisan.

Banyak cara dilakukan jika kota Dneper diserang rusia, di antaranya mengirim santet.

Di antaranya  mantan pejabat Ukraina  akan menyantet pemimpin Rusia Vladimir Putin bila pasukan Rusia menyerang Kota Dnepr.

Di Dneper sejumlah pengikut Yahudi kuno menyiapkan ritual Yahudi kuno yang diyakini bisa membunuh Vladimir Putin secara perlahan.

Dalam sebuah wawancara pada hari Jumat dengan situs berita Novoye Vremya, Gennady Korban mengatakan dia telah mengancam akan mengutuk pemimpin Rusia itu jika dia menyerang kota itu.


“Pulsa diNura adalah prosedur yang rumit dan sulit,” katanya, seraya menambahkan bahwa ancamannya pada bulan Juli untuk mengutuk Putin “mungkin telah berkontribusi dalam beberapa hal dalam arti bahwa sejauh ini mereka belum menyerang Dnepr.”

 

“Saya mengetuk kayu bukan untuk membawa sial, Tuhan melarang, tapi beginilah adanya,” katanya.

Pulsa diNura, secara kasar diterjemahkan dari bahasa Aram sebagai 'cambuk api', adalah ritual berkaitan dengan teks Kabbalistik lama, meskipun para sarjana percaya istilah itu tidak digunakan dalam arti kutukan yang dipanggil oleh manusia.

Ini menjadi alat politik di antara beberapa agama Yahudi di awal abad ke-20.

Ritual dipercaya  memaksa 'malaikat penghancur' untuk tidak mengampuni dosa subjek, akhirnya membunuhnya.

Diklaim Pulsa diNura berhasil digunakan melawan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin, yang dibunuh oleh seorang ekstremis sayap kanan Israel pada tahun 1995.

Korban mengancam akan mengajukan ancaman mistik terhadap pemimpin Rusia pada Juli setelah serangan rudal Rusia menghantam Yuzhmash, sebuah pabrik militer buatan Soviet di Dnepr.


Namun akankah  orang non-Yahudi akan menerima kutukan itu?

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved