Berita Tanjabtim

Kios dan Lapak Milik Pedagang di Tanjung Jabung Timur Dibongkar

Sebanyak 28 kios dan lapak milik PKL di sepanjang pinggiran sungai primer di depan pasar Pelita Kecamatan Rantaurasau, Tanjabtim

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Rifani Halim
Kios dan Lapak Milik Pedagang di Tanjung Jabung Timur Dibongkar 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sebanyak 28 kios dan lapak milik pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang pinggiran sungai primer di depan pasar Pelita Kecamatan Rantaurasau, Tanjung Jabung Timur ditertibkan oleh pihak kecamatan setempat yang juga bekerja sama dengan pihak Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Sedikitnya ada 28 lapak yang ditertibkan atau dibongkar oleh pihak kecamatan dengan cara merobohkan dan juga mengangkut material banguna lapak tersebut untuk musnahkan.

Camat Rantau Rasau M. Yani berkata
lokasi lapak yang berada di SK 17, Desa Bangunkarya tersebut berada tepat dipinggir jalan lintas Rantaurasau-Nipahpanjang. Keberadaan lapak tersebut dianggap mengurangi keindahan daerah tersebut dan terkadang mengganggu arus lalu lintas kendaraan.

Lanjutnya, tujuan dari penertiban lapak PKL tersebut untuk menjaga keindahan, ketertiban dan kebersihan di sekitar lokasi tersebut.

"Kadang di lokasi PKL itu banyak sampah sisa jualan yang berserakan dan ada juga sampah yang dibuang ke sungai. Tentunya hal tersebut akan berdampak buruk jika dibiarkan," kata camat, Senin (15/8/2022).

Dia menjelaskan, rapat terkait pemindahan dan pembongkaran lapak tersebut sudah dilakukan pihak kecamatan setempat sejak bulan Juni 2022, yang dihadiri juga oleh Kapolsek Rantau Rasau dan pemilik lapak.
Dari hasil rapat musyawarah tersebut, para pedagang atau pemilik lapak menyadari jika lokasi tempat mereka berjualan itu berada di jalur hijau yang semestinya bukan digunakan untuk berjualan.

"Sebenarnya disepakati jika pada tanggal 5 Agustus 2022 keberadaan lapakak yang berada di jalur hijau tersebut sudah tidak ada lagi. Akan tetapi kami berikan perpanjangan waktu hingga tanggal 8 Agustus 2022," jelasnya.

Dia menambahkan, setelah melebihi batas waktu yang ditentukan, pihak kecamatan masih mendapati adanya kios atau sisa bangunan lapak yang masih berdiri. Selanjutnya pihak kecamatan dan pihak terkait melakukan pembongkaran dan penertiban terhadap lapak-lapak yang masih ada di jalur hijau tersebut.

"Sebagian pedagang sebenarnya sudah membersihkan lapak mereka sendiri setelah diberikan imbauan. Akan tetapi masih ada sebagian pedagang yang masih belum membersihkan secara menyeluruh lapak tersebut dan juga ada sisa lapak yang ditinggalkan," ujarnya.

"Sebelum pembongkaran itu, telah ada kesepakatan atau musyawarah antara pihak kecamatan dan juga para pemilik kios, jika di lokasi itu akan ada pembangunan ruas jalan. Jadi mereka sudah memahami hal tersebut," tuturnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Komisi III DPRD Kota Jambi Soroti K3 Pekerjaan Pemasangan Pipa PDAM

Baca juga: Putri Candrawathi Kena Mental, LPSK Ungkap Istri Irjen Sambo Punya Masalah Kesehatan Jiwa

Baca juga: 16 Parpol Terancam Tidak Ikut Pemilu 2024, Bawaslu Siap Mediasi Parpol yang Tak Lolos Verifikasi

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved