Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Allah Mendandani Kamu
Bacaan ayat: Matius 6:30 (TB) Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan
Allah Mendandani Kamu
Bacaan ayat: Matius 6:30 (TB) Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Oleh Pdt Feri Nugroho
Seorang bapak memutuskan untuk tidak pernah ke dokter ketika sakit. Setiap kali sakit ia berupaya keras untuk meminum obat ringan dan mengkombinasikan nya dengan pola hidup sehat. Anaknya sampai dibuat repot karena sang bapak tidak pernah mau memeriksakan diri.
Apa coba alasannya? 'Kalau saya ke dokter, saya jadi diberitahu tentang kondisi tubuh saya.
Dan saya kuatir, justru dengan dengan tahu tentang kondisi tubuh saya, saya justru menjadi sakit!'
Mungkin ini juga yang menjadi alasan Tuhan, mengapa Ia tidak pernah memberi tahu, kapan seseorang akan dipanggil-Nya.
Sebab justru dengan pengetahuan tersebut, hidupnya justru diwarnai dengan kuatir. Dan akibatnya, tidak mampu lagi melihat kehidupan sebagai berkat dari Tuhan.
Mengapa kita kuatir? Yesus memberi jawaban. Karena kita kurang percaya! Pengetahuan kita akan banyak hal tentang kehidupan, memang bisa membuat kita semakin bijaksana.
Namun pengetahuan tersebut bisa saja salah arah ketika yang terjadi justru rasa kuatir setiap saat.
Kuatir menjadi penyakit paling mematikan kehidupan, karena terlihat masih hidup dengan fisik yang sehat; namun pikiran terus berkecamuk dan tidak tentram dalam segala situasi.
Rasa kuatir, akan bersifat konstruktif (membangun) jika diarahkan untuk waspada dalam segala hal. Namun rasa kuatir juga bisa destruktif (menghancurkan), jika menguasai kehidupan.
Yesus memberikan pengajaran agar kita memandang rumput di ladang; yang sebentar ada dan kemudian lenyap.
Ternyata didandani oleh Allah. Dirias dengan keindahan yang megah meskipun hanya sesaat lamanya rumput itu hidup! Bukankah kehidupan kita ini lebih berharga dari pada rumput di ladang?
Jika rumput di ladang Ia dandani, maka pasti kehidupan kita Ia juga akan dandani.
Yang diperlukan adalah sikap percaya bahwa Allah akan melakukan semua itu. Allah pasti mendandani kehidupan kita dengan keindahan yang lebih.
Jika kuatir melanda, cobalah hening sejenak untuk memandang rumput. Temukan keindahannya. Jika rumput saja indah, maka pasti kehidupan kita juga indah. Percayalah! Amin
Renungan harian oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)