Subsidi Pupuk untuk Kelapa Sawit Dicabut, Disbun Provinsi Jambi Sebut Beredar Pupuk Palsu

Mahalnya harga pupuk non subsidi mulai dirasakan oleh petani kelapa sawit di Provinsi Jambi.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM/MUSAWIRA
Petani panen kelapa sawit. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Mahalnya harga pupuk non subsidi mulai dirasakan oleh petani kelapa sawit di Provinsi Jambi.

Hal ini menjadi keluhan dari petani kelapa sawit, terlebih untuk petani kelapa sawit tidak lagi mendapatkan pupuk subsidi.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal. Disisi lain, mahalnya harga pupuk non subsidi, menimbulkan pemasaran pupuk palsu. Ini pula yang terjadi di lapangan, sementara untuk peredarannya sulit dideteksi.

"Pupuk subsidi hanya diperuntukkan untuk tiga komoditi di luar tanaman pangan yakni kopi, kakao, dan tebu. Nah sekarang ini masalnya banyak pupuk yang tidak diuji di lab, ini peredaran pupuk palsu yang sulit kita deteksi," katanya.

Meski belum menemukan kasus tersebut, namun Agusrizal memastikan bahwa jika dilakukan uji laboratorium maka akan ditemukan kandungan pupuk yang tidak sesuai atau dikatakannya sebagai pupuk palsu.

"Kalau kita tes satu-satu itu pasti (ada), apalagi yang pupuk KCL (Kalium Clorida) untuk merangsang buah, karena KCL ini dari Rusia, Ukraina jadi bahan bakunya impor, nah ini yang banyak dibuat untuk dipalsukan," pungkasnya.

Baca juga: Harga Sawit di Sengeti Rp 1.550 Per Kilogram, Besok Naik Rp 50.

Baca juga: Petani Kelapa Sawit di Jambi Tidak Lagi Dapat Pupuk Subsidi

Baca juga: Harga Sawit Jambi, Rp 1.685-2.136 per Kg di Sarolangun Periode 12-18 Agustus 2022

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved