Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Allah, Sang Sumber Kehidupan

Allah, Sang Sumber Kehidupan Bacaan ayat: Yohanes 6:48 (TB) Akulah roti hidup. Oleh Pdt Feri Nugroho

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Allah, Sang Sumber Kehidupan

Bacaan ayat: Yohanes 6:48 (TB) Akulah roti hidup.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Makanan adalah salah satu kebutuhan primer manusia selain pakaian dan tempat tinggal. Dengan makanan manusia dapat tetap hidup.

Makanan menjadi sarana bagi tubuh untuk melakukan metabolisme dengan baik. Makanan menjadi sumber tenaga bagi manusia untuk berkarya.

Makanan diposisikan sebagai sarana bagi manusia agar kehidupan dapat diperbaharui dari waktu ke waktu. Intinya, makanan membuat manusia tetap hidup.

Itu sebabnya, banyak orang fokus hidupnya pada makanan. Coba hening sejenak, apakah yang sebenarnya menjadi muara bagi seseorang bangun di pagi hari, bekerja keras seharian dan melakukan banyak hal dalam kehidupan; ternyata semua demi mencukupi kebutuhan hidup, terutama terkait dengan makanan.

Sejak semula kehidupan ada, Allah sendiri telah menyiapkan segala hal yang dibutuhkan manusia agar tetap hidup melalui makanan.

Segala sarana hidup telah siap, baru manusia diciptakan untuk mengelola dan menguasai bumi.

Tiba-tiba kita menemukan sebuah pernyataan dari Yesus bahwa, "Akulah roti hidup." Pernyataan Yesus membawa kita pada banyak pemahaman dasar tentang identitas diri dan karya-Nya bagi kehidupan. Dengan pernyataan tersebut Yesus sedang menyatakan identitas diri-Nya sebagai Sang Sumber Kehidupan, yaitu Allah sendiri.

Para pendengar-Nya dibawa kepada masa lampau saat dibawa keluar dari perbudakan di Mesir.

Manna diturunkan setiap pagi untuk mencukupi kebutuhan mereka akan makanan. Manna yang dulu pada akhirnya telah sirna namun kali ini ada Manna yang lain, yang turun dari Sorga yaitu Yesus Kristus. Ia adalah Allah yang menjadi manusia.

Pernyataan Yesus memberikan pengharapan baru tentang kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya.

Kali ini Roti itu bukan hanya berbicara tentang kebutuhan hidup manusia, namun Roti ini berbicara tentang kehidupan kekal yang hendak dipulihkan. Kematian dan kebangkitan Yesus menjadi bukti nyata bahwa memang Dia adalah Roti Hidup yang dapat memberikan jaminan kehidupan.

Pilihan kita untuk percaya seharusnya membawa pengharapan yang baru. Kita tidak perlu lagi direpotkan dengan kebutuhan hidup, karena pasti Dia akan mencukupi apa yang kita perlukan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved