Brigadir Yosua Tewas Ditembak
Masa Kecil Brigadir Yosua, Ikut Antre Minyak Tanah Untuk Bantu Pendapatan Keluarga
berita brigadir j, saat remaja ikut antre minyak tanah di pangkalan. Minyak itu untuk dijual lagi oleh orang tuanya. Yosua ditembak ferdy sambo
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Brigadir Yosua Hutabarat meninggal dengan kondisi mengenaskan di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo.
Kematian Brigadir Yosua alias Brigadir J tak terlepas dari peran Ferdy Sambo.
Pria yang dulu menjabat Kadiv Propam itulah yang kemudian dalang pembunuhan mengerikan tersebut.
Dia juga yang mengatur skenario pembunuhan hingga rekayasa kematian ajudannya.
Beberapa hari lalu, Rohani Simanjuntak, membuka cerita masa kecil Brigadir Yosua Hutabarat kepada Tribun.
Rohani merupakan tante dari Brigadir Yosua. Dia mengaku melihat Yosua sejak dari bayi hingga dewasa.
Saat kecil, ucapnya, Yosua Hutabarat merupakan sosok yang bersahaja, dan patuh pada orang tua.
Bahkan, ucapnya, sejak remaja, keponakannya bernama lengkap Nofriansyah Yosua Hutabarat itu ikut membantu ekonomi keluarga.
Baca juga: Istri Ferdy Sambo Diperiksa Komnas HAM, Keluarga Brigadir Yosua: Saya Minta Jujurlah!
Baca juga: Keluarga Brigadir Yosua Sebut Skenario Pelecehan di Magelang Lucu
"Dia dulu ikut antre minyak tanah di pangkalan. Minyak itu untuk dijual lagi oleh orang tuanya," kata Rohani Simanjuntak.
Tak ada gengsi dalam hidup Yosua. Kepribadian keponakannya itu selalu melekat di benaknya.
"Waktu dia kecil, ibunya masih guru honor. Mereka berjualan untuk menambah pendapatan keluarga. Yosua selalu membantu yang dia bisa bantu," jelasnya.
Kisah lain yang dia sampaikan adalah, sikap Yosua yang sayang pada keluarga tak pernah lekang oleh waktu.
Hingga sudah jadi polisi, bahkan dipercaya menjadi ajudan jenderal, Yosua juga masih memiliki perilaku yang sama.
"Kalau dia ketemu aku, masih seperti dulu, suka dia bercanda, nggak bisa dia lihat kita sedih," jelasnya.
Namun itu semua tinggal kenangan bagi Rohani dan keluarga besar Yosua yang pernah merasakan langsung sikap manis anak dari pasangan Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak itu.

Cerita kebaikan Yosua juga disampaikan guru almarhum saat masih sekolah di SMAN 4 Muarojambi.
Brigadir Yosua Hutabarat dikenal guru sekolahnya di SMA 4 Muaro Jambi sebagai anak yang berprestasi.
"Yosua itu termasuk salah satu siswa yang berprestasi, baik di akademis maupun non akademis," kata Bambang, Guru SMA 4 beberapa waktu lalu.
Baca juga: Tak Lagi Jadi Pengacara Bharada E, Deolipa: Kami Tidak Punya Kepentingan Dalam Perkara Ini
Baca juga: Minta Motif Pembunuhan Dibuka, Keluarga Brigadir Yosua: Kami Minta Kejujuran Pak Sambo
Di bidang akademis Bambang mengatakan saat di kelas 1 SMA ia ditempatkan di salah satu kelas yang berisi siswa-siswa berprestasi dari SMP-nya.
"Karena dia punya prestasi dan nilai yang bagus, makanya dia kita tempatkan di kelas ini," ucapnya.
Di kelas 2 juga ia masuk kedalam kelas IPA, yang memiliki prestasi baik dan merupakan anak-anak yang patuh.
Selain itu Bambang juga menunjukan hasil nilai ujian Nasional tahun 2011/2012.
Dalam lembar yang ditunjukan terlihat Yosua memiliki nilai rata-rata 7,7, nilai tersebut cukup tinggi untuk Ujian Nasional.

"Yosua itu salah satu siswa yang berprestasi, ini ditunjukan dengan nilai ujian nasionalnya, pada saat itu kan ujian nasional sangat sulit, tapi kalau kita lihat nilai Yosua ini sangat bagus, karena batas minimal adalah 5,5," jelasnya.
Selain akademis, di non akademis yang paling menonjol disebut Bambang ia mengikuti kegiatan Paskib (Pasukan Pengibar Bendera), yang terkenal sangat disipilin.
Kemudian di kegiatan lainnya dia juga mengikuti, termasuk sepakbola, bola voli, hampir semua diikuti. (*)
Baca juga: PROFIL dan Biodata Brigadir Yosua Hutabarat, Polisi yang Meninggal Di Rumah Kadiv Propam
Baca juga: Terkuak Keinginan Bharada E Setelah Bongkar Kematian Brigadir Yosua