Berita Jambi
Sosialisasi Sub Nasional Indonesia's FOLU Net Sink 2030 di Jambi, KLHK Bertekad Bangun Hutan Tropis
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertekad membangun kembali hutan tropis basah di Indonesia. Hal tersebut bagian dari Rencana Operasi
Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertekad membangun kembali hutan tropis basah di Indonesia.
Hal tersebut bagian dari Rencana Operasional Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 yang menjadi momentum, untuk mempercepat proses penguatan tata kelola lingkungan hidup dan kehutanan sekaligus memenuhi target pemenuhan emisi gas rumah kaca.
Hal tersebut disampaikan Plt. Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Ruandha Agung Sugardiman, juga selaku Ketua Harian I tim kerja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 pada acara Sosialisasi Sub Nasional Indonesia's FOLU Net Sink 2030 di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi.

Ia menyampaikan perlu adanya perubahan paradigma melihat pentingnya membangun hutan.
“Saat ini Kementerian LHK, mendorong perubahan paradigma untuk tidak lagi sekedar melakukan penanaman pohon, melainkan secara sistematis dan terukur membangun kembali hutan tropis basah di Indonesia. Saya yakin kontribusi semua pihak akan mampu mewujudkan penambahan luasan tutupan hutan di 2030.” ujar Ruandha, Rabu (10/8).
Ruandha menjabarkan kondisi hutan Indonesia saat ini seluas 95 juta hektar atau 51 persen dari total luas daratan.
"Berbagai penanaman pohon yang telah dilakukan selama ini rupanya belum mampu menambah luasan hutan Indonesia berdasarkan pantauan citra satelit. Untuk itu dibutuhkan strategi melalui Indonesia’s FOLU Net Sink, agar pada tahun 2030 luas tutupan hutan bertambah setiap tahun.
• Rumah Warga di Mendahara Terbakar, Warga Padamkan dengan Alat Seadanya
Baca juga: Keluarga Duga Kematian Brigadir Yosua Karena Lindungi Istri Ferdy Sambo
Ia meyakini luas hutan tropis dapat bertambah di masa depan melalui tiga aksi utama pada Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Tiga aksi utama tersebut adalah upaya pengurangan emisi melalui penurunan angka deforestasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, mempertahankan kualitas hutan yang ada untuk serapan karbon, serta meningkatkan fungsi serapan dengan gerakan membangun hutan Indonesia.
“Penanaman pohon difokuskan pada polygon-polygon lahan kritis yang ada di peta satelit secara masif oleh semua pihak,” tutur Ruandha.
Lebih lanjut, Ruandha menjabarkan berbagai fungsi hutan Indonesia yang tidak hanya menjadi tempat bagi keanekaragaman hayati yang penting bagi masa depan serta menopang pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat, melainkan juga memberikan kontribusi penting kepada global di dalam upaya pengendalian perubahan iklim secara berkelanjutan.
“Hutan menjadi kunci penting untuk keberhasilan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Target penyerapan emisi gas rumah kaca yang ingin dicapai pada tahun 2030 adalah sebesar -140 juta CO2e. Sektor kehutanan memiliki kontribusi terbesar sebanyak 60