Berita Jambi

FOLU Net Sink 2030 Provinsi Jambi, KLHK Tekankan Peran Penting Hutan Indonesia

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan tujuan positif dari Indonesia’s Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 di Provinsi Jam

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Sosialisasi Sub Nasional Indonesia's Forestry and Other Land Use (FOLU)/Kehutanan dan Penggunaan Lahan lainnya di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (10/8). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan tujuan positif dari Indonesia’s Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 di Provinsi Jambi.

Bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Plt. Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Ruandha Agung Sugardiman, menyampaikan pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan merupakan sumbangsih besar dalam penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

“Dari hitungan kami di Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, kalo kita mampu menjaga tidak terjadi kebakaran hutan, itu sudah merupakan upaya yang luar biasa kita bisa menurunkan emisi Gas Rumah Kaca kita,” ungkap Ruandha.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Sosialisasi Sub Nasional Indonesia's Forestry and Other Land Use (FOLU)/Kehutanan dan Penggunaan Lahan lainnya di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (10/8).
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Sosialisasi Sub Nasional Indonesia's Forestry and Other Land Use (FOLU)/Kehutanan dan Penggunaan Lahan lainnya di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (10/8). (Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik)

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sektor kehutanan memili porsi terbesar dalam target penurunan emisi GRK.

"Sektor kehutanan memiliki porsi terbesar sebesar 60 persen. Hutan menjadi kunci penting untuk keberhasilan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara berkelanjutan mampu mencegah terjadinya deforestasi serta pelepasan emisi ke atmosfir. Selain itu hutan juga menjadi tempat bagi keanekaragaman hayati yang penting bagi masa depan serta menopang pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia. Untuk itu pelestarian hutan kita tingkatkan dan berbagai penambahan tutupan lahan terus kita lakukan bersama masyarakat dalam rangka membangun hutan tropis basah di Indonesia,” tegas Ruandha

Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 terdiri atas Rencana Operasional, sebagai tindak lanjut Perpres 98 Tahun 2021 terkait penyelenggaraan nilai ekonomi karbon, serta Kepmen 168 Tahun 2022 tentang Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 untuk pengendalian perubahan iklim.

Kementerian LHK juga telah menyusun Rencana Strategis dan Rencana Kerja sebagai dasar pelaksanaan di tingkat regional dan daerah. Adapun target penyerapan emisi GRK yang ingin dicapai pada tahun 2030 adalah sebesar -140 juta ton CO2e. (Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik)

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: KLHK Gelar Sosialisasi Sub Nasional Indonesias FOLU Net Sink 2030 Provinsi Jambi

Baca juga: Tidak Ada Kendala Pencairan, Kepala Bakaeuda Tebo Sebut Kas Daerah Aman

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Tanjab Timur Jambi, Kisaran Rp 900-1.000 per Kg pada Rabu (10/8/2022)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved