Memasyarakatkan Statistik Melalui Program Desa Cantik

Selama ini, desa masih menjadi objek dalam pemanfaatan dan pengelolaan data. Hal ini dapat terlihat dari adanya berbagai sistem aplikasi pendataan

Editor: Rahimin
istimewa
Terdapat 2 desa binaan yang menjadi cakupan Desa Cantik di Kabupaten Batang Hari, yaitu Desa Aro dan Desa Sungai Buluh yang berada di Kecamatan Muara Bulian 

Memasyarakatkan Statistik Melalui Program Desa Cantik 

Oleh: Ike Prasetiwi, SST. (Fungsional Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Batang Hari)

TRIBUNJAMBI.COM - “Mewujudkan Indonesia yang satu kita juga harus bekerja sama membangun Indonesia secara adil dan merata, membangun Indonesia-sentris dengan membangun dari pinggiran, dari desa, dari pulau terdepan hingga perbatasan," kata Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92, 28 Oktober 2020.

Selama ini, desa masih menjadi objek dalam pemanfaatan dan pengelolaan data. Hal ini dapat terlihat dari adanya berbagai sistem aplikasi pendataan (Prodeskel, SDGs Desa, SIK-NG, dan seterusnya) yang dikumpulkan di desa.

Di sisi lain, kualitas dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di pemerintah desa dalam hal pengelolaan dan literasi data desa masih relatif rendah.

Maka dari itu, Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai leading sector dalam pengembangan statistik memiliki peran penting dalam peningkatan pengelolaan, pemanfaatan, dan literasi data melalui pembinaan statistik sektoral di tingkat desa. 

Program Desa Cinta Statistik atau disingkat Desa Cantik hadir guna mewujudkan pembinaan statistik sektoral di tingkat desa secara berkesinambungan dan komprehensif.

2 desa binaan yang menjadi cakupan Desa Cantik di Kabupaten Batang Hari, yaitu Desa Aro dan Desa Sungai Buluh yang berada di Kecamatan Muara Bulian
2 desa binaan yang menjadi cakupan Desa Cantik di Kabupaten Batang Hari, yaitu Desa Aro dan Desa Sungai Buluh yang berada di Kecamatan Muara Bulian (istimewa)

Desa Cantik merupakan program percepatan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas desa dalam mengidentifikasi kebutuhan data dan potensi yang dimiliki desa, salah satunya dalam rangka mengentaskan kemiskinan.

Hal ini selaras dengan tanggung jawab BPS untuk melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistic (Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik) serta sebagai pembina data statistik dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia (Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Pembinaan Desa Cantik telah dilakukan sejak tahun 2021 dengan cakupan 100 desa utama dan 177 desa tambahan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved