Napoli
Luciano Spalletti Jawab Skeptisisme Orang terhadap Napoli, Tanggapi Kepergian Dries Mertens
Pelatih Napoli, Luciano Spalletti bereaksi terhadap skeptisisme seputar Napoli menjelang musim mendatang, apa lagi setelah kepergian Dries Mertens
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
TRIBUNJAMBI.COM - Pelatih Napoli, Luciano Spalletti menanggapi keraguan atas prestasi tim asuhannya musim depan.
Pelatih klub Liga Italia itu bereaksi terhadap skeptisisme seputar Napoli menjelang musim mendatang, apa lagi setelah kepergian Dries Mertens yang merupakan pencetak gol terbanyak klub bulan lalu.
Partenopei memiliki jendela transfer musim panas yang menarik, mengucapkan selamat tinggal kepada pemain tetap seperti Kalidou Koulibaly, Lorenzo Insigne, dan Dries Mertens.
Di sisi lain, untuk menggantikan mereka, Napoli mendatangkan pemain muda seperti Kim Min-Jae, Khvicha Kvaratskhelia, Leo Ostigard, dan Mathias Olivera.
Klub juga tampaknya akan merekrut striker lain sebelum bulan berakhir, untuk menggantikan peran Dries Mertens.
Berbicara kepada Corriere della Sera, Luciano Spalletti pertama kali membahas hubungannya dengan Napoli dan bagaimana perasaannya tinggal di ibu kota Campania.
“Saya tidak ingin terdengar aneh, tetapi alamlah yang menyatukan saya dan Napoli. Baunya, rasanya juga," katanya, dikutip pada Jumat (5/8/2022).
Baca juga: Napoli Sasar Keylor Navas dari PSG, jika Kesepakatan dengan Chelsea untuk Kepa Arrizabalaga Gagal
Baca juga: Napoli Jumpai Agen Kepa Arrizabalaga, Kiper Chelsea Berpotensi Pindah usai Jadi yang Kedua
"Di sini, ini adalah sensasi yang juga sulit dijelaskan. Emosi dan perasaan, kota ini memenangkan saya seperti ini, membawa saya kembali ke asal saya."
“Saya ingin jika itu menjadi lebih baik dalam menafsirkan kami, hasrat untuk sepak bola sangat mendalam, unik."
"Tetapi ada momen dan momen, dan bukan berarti jika Anda memiliki musim di level tinggi, bahkan memecahkan iklim depresi yang saya temukan ketika saya tiba.
"Jadi, ika Anda tidak memenangkan Scudetto, pada kenyataannya Anda tidak melakukan apa-apa. Untuk beberapa hal, Anda telah gagal."
“Saya adalah orang pertama yang menumbuhkan ambisi untuk menang, saya meningkatkan standar di ruang ganti saya untuk meningkatkan harga diri para pemain."
"Kami berhasil melakukan hal-hal hebat, dengan hampir separuh tim dengan kontrak yang habis masa berlakunya.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Luciano-Spalletti-pelatih-Napoli-18062022.jpg)